Jaksa Sebut Patrialis Akbar Minta Draft Putusan Dimusnahkan

Reporter

Mantan Hakim MK, Patrialis Akbar keluar dari mobil tahanan untuk menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, 6 April 2017. Kasus dugaan suap tersebut terkait permohonan uji materi Undang Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. ANTARA/Hafidz Mubarak A.

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar pernah membocorkan draft putusan uji materi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Draft itu dibocorkan ke tangan pemilik CV Sumber Laut Basuki Hariman.

Basuki Hariman adalah pengusaha yang memiliki kepentingan terhadap dikabulkannya uji materi tersebut. Sebab, sebagai pengusaha daging impor, undang-undang itu memungkinkan bulog mengimpor daging dari India untuk menurunkan harga daging di pasar. Akibatnya, permintaan daging sapi impor Basuki kalah bersaing.

Untuk memenangkan gugatan itu, Basuki didakwa menyuap Patrialis Akbar dan rekannya, Kamaludin, sebesar US$ 70 ribu dan Rp 4 juta. Basuki juga didakwa menjanjikan duit sebesar Rp 2 miliar untuk mempengaruhi putusan hakim.

Baca: Sidang Suap Hakim MK, Jaksa: untuk Golf dan Umrah Patrialis Akbar

Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi menyebut Patrialis pernah memberikan satu bundel draft putusan perkara kepada Kamaludin yang amarnya mengabulkan permohonan uji materi. Draft itu diberikan pada 5 Oktober 2016 di Jakarta Golf Club Rawamangun dalam pertemuan yang dihadiri Basuki, Patrialis, Kamaludin, dan Ahmad Gozali.

"Selanjutnya Kamaludin menyerahkan draft putusan itu kepada Basuki," kata jaksa penuntut umum pada KPK Lie Putra Setiawan saat membacakan dakwaan Basuki Hariman di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Senin, 5 Juni 2017.

Setelah meninggalkan lokasi pertemuan, kata jaksa, Patrialis menelepon Ahmad Gozali. Ia meminta berbicara dengan Kamaludin untuk menyampaikan agar draft putusan itu segera dimusnahkan. Untuk itu, Kamaludin menelepon Basuki dan meminta draft putusan agar dikembalikan padanya.

Baca: Sidang Suap Hakim MK, Patrialis Akbar Minta Dekati Hakim Lain

"Kamaludin menemui Basuki Hariman di Plaza Indonesia untuk mengambil draft putusan dan setelah itu Kamaludin memusnahkan draft putusan itu di rumahnya sesuai arahan Patrialis," kata jaksa Lie.

Bocornya draft bukan kali itu saja terjadi. Pada 19 Januari 2017, Patrialis menelepon Kamaludin dan memintanya datang ke kantor Mahkamah Konstitusi. Setelah bertemu, Patrialis menunjukkan draft putusan yang akan diajukan dalam rapat permusyawaratan hakim serta menunjukkan pendapatnya yang tertuang dalam draft putusan. Pendapat Patrialis ditandai dengan stabilo warna biru.

Atas seizin Patrialis, Kamaludin lalu mengambil gambar draft putusan itu menggunakan telepon genggamnya. Selanjutnya, Kamaludin menunjukkan foto itu kepada Basuki untuk meyakinkan bahwa materi draft putusan sudah sesuai harapan.

MAYA AYU PUSPITASARI






Peneliti ISESS: Kalau Kapolri Serius Ingin Bersih-bersih, Gandeng KPK dan PPATK

17 jam lalu

Peneliti ISESS: Kalau Kapolri Serius Ingin Bersih-bersih, Gandeng KPK dan PPATK

Kapolri diminta gandeng PPATK dan KPK jika ingin bersih-bersih di tubuh Polri. Ini dilakukan agar mengetahui aliran transaksi perwira polri.


Saksi Sebut Mardani H Maming Tandatangani SK Pengalihan IUP ke PT PCN Terlebih Dahulu

1 hari lalu

Saksi Sebut Mardani H Maming Tandatangani SK Pengalihan IUP ke PT PCN Terlebih Dahulu

Mardani H Maming disebut menandatangani terlebih dahulu SK pengalihan IUP PT BKPL ke PT PCN sebelum diperiksa anak buahnya.


Waspada Penyakit pasca-Bencana Gempa Cianjur

1 hari lalu

Waspada Penyakit pasca-Bencana Gempa Cianjur

Berbagai penyakit mulai menjangkiti para pengungsi gempa Cianjur.


Hakim Agung Gazalba Saleh Ajukan Praperadilan Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

1 hari lalu

Hakim Agung Gazalba Saleh Ajukan Praperadilan Setelah Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh KPK

Hakim Agung Gazalba Saleh mengajukan pra peradilan penetapan dirinya sebagai tersangka oleh KPK.


KPK Telisik Pembelian Berbagai Aset oleh Lukas Enembe

2 hari lalu

KPK Telisik Pembelian Berbagai Aset oleh Lukas Enembe

KPK memeriksa Mustakim sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Gubernur Papua Lukas Enembe pada Rabu, 23 November 2022.


Penyidik KPK Blokir Rekening Bambang Kayun

3 hari lalu

Penyidik KPK Blokir Rekening Bambang Kayun

Ali mengatakan pemblokiran rekening milik Bambang Kayun dilakukan dalam rangka kebutuhan proses penyidikan kasus tersebut.


KPK Optimistis Praperadilan AKBP Bambang Kayun Bakal Ditolak Hakim

3 hari lalu

KPK Optimistis Praperadilan AKBP Bambang Kayun Bakal Ditolak Hakim

Bambang Kayun ditetapkan sebagai tersangka kasus suap. Bambang mengajukan praperadilan.


KPK Cegah AKBP Bambang Kayun Berpergian ke Luar Negeri

3 hari lalu

KPK Cegah AKBP Bambang Kayun Berpergian ke Luar Negeri

Ali menjelaskan pencegahan ini dilakukan agar Bambang Kayun tidak pergi saat dimintai keterangan.


Polri Sebut Kasus AKBP Bambang Kayun Dilimpahkan ke KPK Demi Transparansi

4 hari lalu

Polri Sebut Kasus AKBP Bambang Kayun Dilimpahkan ke KPK Demi Transparansi

Kasus suap yang menjerat AKBP Bambang Kayun dilimpahkan Bareskrim Polri ke KPK demi transparansi. Bareskrim dan KPK telah berkoordinasi.


Besok, KPK Panggil Pengacara Lukas Enembe Sebagai Saksi

4 hari lalu

Besok, KPK Panggil Pengacara Lukas Enembe Sebagai Saksi

KPK mengonfirmasi bahwa penyidik sudah melayangkan surat panggilan kedua untuk pengacara Lukas Enembe sebagi saksi.