Gunung Marapi Meletus 20 Kali, PVMBG: Aktivitas Menurun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari kota Bukittinggi, Sumbar, Selasa (29/10). ANTARA/Iggoy el Fitra

    Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari kota Bukittinggi, Sumbar, Selasa (29/10). ANTARA/Iggoy el Fitra

    TEMPO.CO, Bandung - Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunungapi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Gede Suantika mengatakan, Gunung Marapi meletus di Sumatera Barat 20 kali hari ini, namun aktivitasnya menurun. Pada Ahad lalu, terjadi dua kali letusan besar dengan ketinggian kepulan abu masing-masing 300 meter dan 700 meter.

    Gede membenarkan sehari ini Gunung Marapi meletus 20 kali. “Itu kalau dari dekat suara  gemuruh, kalau dari jauh terlihat hembusan abu. Ketinggiannya (abu) juga hanya 250-an meter,” kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 5 Juni 2017.  Menurut Gede, kendati jumlah letusan banyak, tapi kecenderungan aktivitas gunung api itu menurun. “Sudah menurun,” kata dia.

    Baca juga: Berita Terkini: Gunung Marapi Meletus 20 Kali

    Gede mengatakan, aktivitas kegempaan gunung api itu juga cenderung makin menurun. “Dari segi kegempaan masih banyak, tapi semakin mengecil. Semakin menuju ke kestabilan baru,” kata dia

    Menurut Gede, kendati Gunung Marapi benar-benar telahs tabil, PVMBG tetap tidak akan menurunkan status gunung api itu menjadi Normal. “Statusnya saat ini masih Waspasda dengan rekomendasi larangan mendekat radius 3 kilometer dari puncak,” kata dia.

    PVMBG menetapkan Status Waspada atau Level II untuk Gunung Marapi di Sumatera Barat itu sejak 3 Agustus 2011. Catatan Tempo, status gunung naik setelah sehari sebelumnya terjadi 8 kali letusan dengan asap dan abu mencapai ketinggian antara 300 meter hingga 1.000 meter.

    Gede mengatakan, Gunung Marapi merupakan gunung api yang relatif sering mengeluarkan letusan kecil. Namun, pengamatan aktivitas kegempaanya tidak menunjukkan tanda-tanda menuju satu letusan besar. “Status kita gak berani ke Normal. Tetap Waspada, kita bentengi dalam radius 3 kilometer. Karena kegempaan tidak ada tanda-tanda akan meletus besar, kegempaannya normla saja. Tapi karena letusan-letusan kecil ini kita anggap terlalu sering dan bisa terjadi kapan saja,” kata dia.

    Menurut Gede, Gunung Marapi sendiri digolongkan pada gunung api tipe vulkanian kecil. “Letusannya seperti begini. Dari tahun 1992 sudah meletus begini, dan letusannya tidak pernah besar,” kata dia.

    Gede mengatakan, tipe letusan Gunung Marapi sendiri menghasilkan dentuman disertai kepulan abu. “Letusan kemarin tidak ada dentuman. Kalau pun ada sangat kecil. Kalau dulu, dentumannya itu bisa terdengar sampai Bukit Tinggi yang jaraknya 18 kilometer dari Gunung Marapi,” kata dia.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Akar Bajakah Tunggal, Ramuan Suku Dayak Diklaim Bisa Obati Kanker

    Tiga siswa SMAN 2 Palangka Raya melakukan penelitian yang menemukan khasiat akar bajakah tunggal. Dalam penelitian, senyawa bajakah bisa obati kanker.