Berita Terkini: Gunung Marapi Meletus 20 Kali  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gunung Marapi di Sumatera Barat, (1/11). ANTARA/Arif Pribadi

    Gunung Marapi di Sumatera Barat, (1/11). ANTARA/Arif Pribadi

    TEMPO.CO, Jakarta - Hari ini, Gunung Marapi meletus 20 kali. Hingga Senin siang, 5 Juni 2017, gunung yang terletak di Sumatera Barat dengan ketinggian 2,891 mdpl itu menunjukkan peningkatan aktivitas ketimbang Ahad kemarin dengan tujuh kali letusan.

    "Iya, terjadi peningkatan aktivitas Gunung Marapi. Namun ketinggian asapnya turun," ujar pengamat dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bukittinggi, Hartanto Prawiro, Senin, 5 Juni 2017.

    Baca juga: Gunung Marapi Meletus, 8 Pendaki Ditemukan dan 1 Masih Hilang

    Berdasarkan pengamatan PVMBG hari ini pukul 00.00-06.00, telah terjadi sembilan kali letusan di Gunung Marapi. Amplitudonya 1-3 milimeter dengan durasi 8-34 detik.

    Namun, kata dia, secara visual, aktivitasnya tidak teramati. Sebab, gunung yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar itu tertutup kabut.

    Pada periode pengamatan pukul 06.00 -12.00, terjadi 11 letusan. Amplitudonya berkisar 1-12 mm dengan durasi gempa 5-20 detik.

    Hartanto mengatakan kawah teramati bertekanan lemah dan berwarna kelabu tebal. Ketinggian lontaran abu vulkanik sekitar 75-200 meter. "Terakhir, (letusan) terekam pukul 11.34," ujarnya.

    Pada Ahad kemarin, hanya ada sekitar tujuh letusan di Gunung Marapi. Pada periode 06.00-12.00, terjadi dua letusan dan enam embusan, dengan ketinggian abu vulkanik antara 300 dan 700 meter.

    Sedangkan pengamatan pada pukul 12.00-18.00, ada empat kali letusan dengan amplitudo 2-8 mm durasi 13 hingga 58 detik. Teramati satu kali embusan pukul 17.05-17.20 berwarna putih tebal dengan ketinggian 100-150 meter.

    Adapun pengamatan pada pukul 18.00-24.00, hanya ada satu kali letusan dengan amplitudo 2 mm dengan durasi gempa 12 detik. Terjadi tiga kali embusan dengan amplitudo 1-2 mm.

    Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tanah Datar Indra Kesuma mengatakan sudah menyiapkan ratusan ribu masker untuk masyarakat guna menangkal debu dan asap akibat letusan Gunung Marapi meletus. Jika masyarakat membutuhkan, kata dia, masker tersebut akan dibagikan melalui masing-masing nagari.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.