Seratusan Anggota Advokat Pengawal Pancasila Datangi Mabes Polri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perwakilan Advokat Pengawal Pancasila bertukar cinderamata dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat audiensi forum itu di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 5 Juni 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari

    Perwakilan Advokat Pengawal Pancasila bertukar cinderamata dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat audiensi forum itu di Ruang Rapat Utama Markas Besar Polri, Jakarta Selatan, 5 Juni 2017. Tempo/Rezki Alvionitasari

    TEMPO.COJakarta - Lebih dari 150 anggota Advokat Pengawal Pancasila mendatangi Markas Besar Kepolisian RI di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin, 5 Juni 2017. Mereka sebagian besar berbaju batik. Semuanya memakai pin berwarna dasar putih dan merah serta bertuliskan Advokat Pengawal Pancasila. Ada 169 orang di antaranya yang mengisi daftar hadir. Ada juga yang langsung masuk ke Ruang Rapat Utama Mabes Polri.

    Mereka hendak audiensi dengan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian. Acara dimulai pukul 10.30. Tito Karnavian duduk di kursi panggung berdampingan dengan Inspektur Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Dwi Priyatno dan perwakilan dari Advokat Pengawal Pancasila, Teguh Samudra. Di kursi barisan depan ada beberapa pejabat utama Polri. Lantas para pengacara duduk di barisan berikutnya.

    Baca juga: 
    Menteri Agama: Tidak Relevan Hadapkan Pancasila dengan Agama
    Maarif Institute: Pancasila Sudah Mencerminkan Islam

    Teguh mengatakan terbentuknya forum Advokat Pengawal Pancasila diawali rasa prihatin para pengacara itu terhadap isu suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA), radikalisme, dan intoleransi. "Kapan pun kami dibutuhkan kepolisian, 24 jam kami siap bekerja sama. Izin berkenan menerima kami untuk bekerja sama, demi NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika," ujar Teguh.

    "Advokat bisa bersatu, luar biasa," kata Tito saat memberikan sambutan. Dalam acara ini, ada agenda pembacaan deklarasi dari para perwakilan Advokat Pengawal Pancasila.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.