Jangan Perlakukan Anak Bermasalah Sebagai Sampah

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Orang tua harus menganggap anak sebagai anugerah, bukan beban apalagi sumber masalah, termasuk ketika anak melakukan kesalahan.

    Orang tua harus menganggap anak sebagai anugerah, bukan beban apalagi sumber masalah, termasuk ketika anak melakukan kesalahan.

    INFO JABAR - “Jangan perlakukan anak sebagai sampah hanya karena telah melakukan kesalahan. Orang tua harus menganggap anak sebagai anugerah, bukan beban apalagi sumber masalah, termasuk ketika anak melakukan kesalahan, seperti terlibat narkoba atau pergaulan bebas,” kata Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat Netty Heryawan. Hal ini diungkapkan Netty di Forum Silaturahim Majelis Taklim (Forsil MT) yang mengangkat tema 'Mempersiapkan Generasi Terbaik di Akhir Zaman', di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Sabtu, 3 Juni 2017.

    Orang tua, kata Netty, justru harus memberi dukungan positif kepada anak–anak bermasalah. “Kita harus menunjukkan kita selalu ada untuk mereka sehingga mereka bisa memperbaiki diri. Kita tunjukkan bahwa kesalahan bukan sesuatu yang tidak bisa diperbaiki,” ujarnya.

    Terkait dengan orang tua yang memasukkan anaknya ke pesantren, Netty menjelaskan, jika itu dilakukan tanpa mengindahkan pendapat anak, tindakan itu kurang tepat. “Orang tua sebaiknya berdialog dan memberi kesempatan anak memilih di mana ia akan menimba ilmu,” tuturnya.

    Selain itu, Netty juga menegaskan kepada orang tua yang melempar tanggung jawab pendidikan dengan memasukkan anak ke pesantren. “Itu namanya orang tua bayar. Ingin anaknya pintar, tapi tidak mau terlibat mendidiknya,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    WhatsApp Pay akan Meluncurkan E - Payment, Susul GoPay dan Ovo

    WhatsApp akan meluncurkan e-payment akhir tahun 2019 di India. Berikutnya, WhatsApp Pay akan melebarkan layanannya ke Indonesia.