Sejumlah Kiai NU Ngotot Bentuk Partai Baru

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Surabaya:Sejumlah kiai Nahdlatul Ulama di Jawa Timur ngotot membentuk partai baru setelah mereka menolak bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar. Kiai yang tergabung dalam tim 17 malam ini membahasa pembentukan partai baru di Pesantren Langitan, Tuban."Pendirian partai baru sudah positip. Pertemuan para kiai ini tinggal membahas soal nama partai, lambang dan azas," kata Sekretaris Jenderal PKB versi Muktamar Surabaya, Idam Cholied kepada Tempo, Selasa.Kiai yang terlibat dalam pembahasan itu, kata dia, antara lain KH Abdullah Faqih, KH Idris Marzuki, KHAbdurrahman Chudori, KH Ma'ruf Amien, KH Mas AhmadSubadar, KH Warsun Munawir, KH Anwar Iskandar, KHSoleh Qosim, dan KH Nurul Huda Jazuli.Pertemuan yang berlangsung sejak Senin itu tertutup untuk wartawan. Para kiai pendukung partai baru yang tak hadir karena sakit, mentayakan dukungannya. Mereka di antaranyaKH Abdullah Schall, KH Syukron Makmun, KH CholilAs'ad dan KH Zainuddin Jazuli. Para kiai mengusulkan alternatif nama partai baru,misalnya Partai NU 51 dan Partai Ahlus Sunnah WalJamaah. "Tapi semua itu diserahkan kepada tim 17," kata Idam.Abdullah Faqih berpesan partai baru ini diharapkan menjadi partai yang terakhir bagi warga NU. "Jugajangan saling menggembosi," kata Abdullah Faqih.Kukuh S Wibowo

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 283 Jenazah Dikuburkan dengan SOP Covid-19 di DKI Jakarta

    Anies Baswedan menyebut Dinas Kehutanan dan Pertamanan telah mengubur 283 jenazah dengan SOP Covid-19. Jumlah penguburan melonjak pada Maret 2020.