Komnas HAM: Teror Novel Baswedan Terencana dan Ada Konspirasi  

Reporter

Kondisi Novel Baswedan, setelah mendapat teror disiram air keras. istimewa

TEMPO.COJakarta - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia atau Komnas HAM berinisiatif membentuk tim pencari fakta untuk mengungkap kasus penyerangan terhadap penyidik utama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Tim tersebut telah bekerja selama sebulan untuk mengumpulkan informasi di lapangan, sekaligus memantau perkembangan penyelidikan Kepolisian RI.

Ketua tim dari Subkomisi Pemantauan Komnas HAM, Maneger Nasution, mengatakan timnya telah meminta keterangan dari keluarga Novel dan sejumlah saksi di sekitar Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Hasil sementara dari penelusuran tersebut, kata dia, tim menemukan indikasi penyerangan terhadap Novel dilakukan secara terencana, oleh profesional, dan diotaki orang besar. 

Baca juga:
Komnas HAM Bentuk Tim Pencari Fakta Kasus Novel, Apa Langkahnya?
4 Kejanggalan dalam Pengusutan Kasus Penyerangan Novel Baswedan

“Ini kasus tindak pidana luar biasa. Ada konspirasi di baliknya,” kata Maneger kepada Tempo, Ahad, 4 Juni 2017. “Kalau kasus biasa, pasti mudah dicari (pelakunya).”

Maneger enggan mengungkapkan informasi yang telah dikantongi timnya (Komnas HAM). Yang jelas, hari ini timnya akan bertemu dengan pimpinan KPK untuk membahas sejumlah temuan tersebut. “Kami akan sandingkan (informasinya). Supaya teman-teman KPK mendapat informasi juga sehingga lebih cepat selesai,” ujarnya.

Baca pula: 
Masuki 53 Hari, KPK Berharap Polri Tuntaskan Kasus Novel Baswedan
Kontras Tuntut Pemerintah Bentuk Tim Usut Kasus Novel Baswedan

Hari ini genap 55 hari sejak dua orang tak dikenal menyiram wajah Novel Baswedan dengan air keras ketika penyidik KPK tersebut pulang salat Subuh di Masjid Al Ihsan dekat rumahnya, Jalan Deposito, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa pagi, 11 April lalu. Akibat serangan tersebut, kedua mata Novel terluka dan harus dioperasi di rumah sakit mata di Singapura. 

TIM TEMPO






Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

1 hari lalu

Setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Insitute dan AJI Jakarta Luncurkan Buku Kisah Pegawai KPK Korban TWK

Peringatan setahun #BeraniJujurPecat, IM57+ Institute dan AJI Jakarta meluncurkan Buku "Perlawanan Sehormat-hormatnya". Siapa saja yang hadir?


Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

1 hari lalu

Novel Baswedan: Penolakan PTUN Terhadap Gugatan Pegawai KPK Adalah Berita Baik

Novel Baswedan menyatakan penolakan PTUN bisa membangkitkan semangat para pegawai KPK untuk terus berjuang.


Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

1 hari lalu

Satu Tahun Peristiwa G30S TWK, Kronologi Pemberhentian 57 Pegawai KPK

Setahun lalu, 57 pegawai KPK dipecat karena dianggap tidak lolosTWK. Pertisiwa ini pun dikenal sebagai G30S TWK.


Lesti Kejora Cedera Parah hingga Tulang Lengan Bergeser, Ada Kemungkinan Dioperasi

1 hari lalu

Lesti Kejora Cedera Parah hingga Tulang Lengan Bergeser, Ada Kemungkinan Dioperasi

Akun yang tampaknya dikendalikan orang terdekat Lesti Kejora itu terus memperbarui informasi kabar terakhir penyanyi dangdut itu.


Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

3 hari lalu

Begini Saran Eks Pegawai KPK untuk Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang: Mundur!

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang menjadi kuasa hukum Putri candrawathi dan Ferdy Sambo. Begini kata sahabat-sahabatnya eks pegawai KPK, "Mundur!"


Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

3 hari lalu

Febri Diansyah dan Rasamala Aritonang Kuasa Hukum Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo, Ini Respons Novel Baswedan

Eks jubir KPK Febri Diansyah dan mantan penyidik KPK Rasamala Aritonang jadi pengacara Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo. Ini kata Novel Baswedan.


Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

4 hari lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

4 hari lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

9 hari lalu

Suciwati Gugat Kebungkaman Jokowi dan Partai Politik dalam Kasus Munir dan Pelanggaran HAM

Mengapa Suciwati kecewa cara penyelesaikan kasus pembunuhan Munir dan pelanggaran HAM berat lain di era Jokowi?


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

11 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang