Kondisi Terkini Novel Baswedan, Lensa Kontak Mata Sempat Terlepas  

Reporter

Editor

Elik Susanto

Anies Baswedan saat menjenguk Novel Baswedan yang dirawat karena disiram air keras. instagram.com

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menginformasikan lensa kontak yang terpasang pada kedua mata Novel Baswedan sempat terlepas. Lepasnya lensa mata penyidik KPK yang kini di rawat di sebuah rumah sakit di Singapura itu akibat adanya tekanan pada lapisan luar.

Menurut Febri, lensa kontak mata Novel sebelah kiri sempat lepas dua kali pada Sabtu, 3 Juni 2017 malam sekitar pukul 20.00 waktu Singapura "Menurut dokter, hal itu karena tekanan lapisan luar dan pada pukul 03.00 dinihari lensa kontak sebelah kanan juga lepas. Namun sudah dilakukan pemasangan kembali," kata Febri di Jakarta, Minggu, 4 Juni 2017.

Baca: KPK Tunggu Hasil Kerja Polisi Soal Novel Baswedan

Febri menambahkan, tekanan mata kiri dan kanan normal. Kondisi kornea baik dan sehat. "Sedangkan hasil tes penglihatan masih sama kaburnya seperti sebelumnya. Mata kiri Novel dapat melihat satu jari dan lima jari tangan dari jarak satu meter," kata Febri.

Kondisi membran plasenta di mata kiri Novel terus bergerak sehingga mengakibatkan lapisan luar seperti mau terlepas dan menyebabkan gatal. Sebelumnya, dokter yang merawat Novel di Singapura telah melakukan operasi membran sel mata terhadap Novel pada Kamis, 18 Mei 2017.

Baca: Polisi Dalami Alibi Terduga Penyerang Novel Baswedan

Hari ini memasuki hari ke-54 sejak Novel Baswedan diserang dengan air keras oleh orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017 saat pulang dari masjid untuk salat subuh. Novel adalah salah satu penyidik senior KPK yang menangani kasus korupsi seperti E-KTP.

Hingga hari ke-54 ini, polisi belum berhasil menemukan pelakunya. Polisi mengklaim telah memeriksa 52 saksi untuk mencari penyiram air keras, di antaranya dua orang yang berada di sekitar rumah Novel beberapa hari sebelum kejadian, pada 11 April 2017 dan satu orang yang memiliki kaitan dengan mereka.

“Polisi terkesan hanya menangkap, memeriksa, lalu melepaskan seseorang yang dicurigai tanpa penjelasan ke publik,” kata Tama Satria Langkun dari Indonesia Corruption Watch (ICW), di Jakarta, kemarin. Polisi melepas tiga orang itu setelah mereka dimintai keterangan dengan alasan “memiliki alibi kuat”.

Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan dua orang tersebut bekerja untuk perusahaan pembiayaan. Mereka dinyatakan sebagai “mata elang”, atau pencari penunggak kredit kendaraan bermotor. Argo menyatakan tidak tahu apakah ada pengutang di sekitar rumah Novel yang menjadi target.

ANTARA | TIM TEMPO






Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

5 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

5 hari lalu

Azyumardi Azra Habis-habisan Dukung Pegawai KPK yang Dianggap Tak Lolos TWK: Berakhir Sendu

Azyumardi Azra menilai TWK yang dilakukan KPK penuh masalah. Ia dan 73 guru besar menilai pelaksanaan tes tersebut melanggar hukum dan etika publik.


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

10 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

11 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

11 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

11 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

11 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

12 hari lalu

Master Security IT: Kenali Bahaya 4 Serangan Siber, Phishing hingga Ransomwar

Kebocoran data pribadi belakangan ini menyadarkan publik bahwa modus serangan siber memiliki ragam bentuk, seperti phishing, skimming, carding, ataupun ransomware.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

12 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

13 hari lalu

Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian santri Gontor.