Polda Kalteng Kirim Bintara Muda untuk Berdakwah di Pedalaman

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Palangkaraya - Untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta meningkatkan keamanan, Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah membentuk Dai Kamtibmas. Para dai yang merupakan anggota bintara muda Polda Kalimantan Tengah ini akan memberikan ceramah agama kepada masyarakat di tempatnya bertugas kelak.

    Kepala Polda Kalimantan Tengah Brigadir Jenderal Anang Revandoko pada acara buka puasa bersama warga Muhammadiyah Kalimantan Tengah menjelaskan para bintara muda yang sebentar lagi masuk Sekolah Polisi Negara (SPN) itu nantinya diberi mata pelajaran mengenai pelajaran agama Islam.

    Anang meminta bantuan perguruan tinggi Islam untuk membantu mewujudkan impiannya itu. "Karena itu saya minta kepada Bapak Rektor Muhamadiyah Palangkaraya serta para mahasiswa agar kiranya bisa membantu bintara kami untuk memberikan bekal pengetahuan tentang Islam," ujarnya, Ahad, 4 Juni 2017.

    Tujuan program tersebut adalah untuk mengisi ruang-ruang yang tak tersentuh para dai umum terutama yang berada di pedalaman Kalimantan Tengah. Ruang tersebut nantinya diisi para bintara Polda Kalimantan Tengah yang bertugas di sana.

    "Bila di desa ada Babinsa TNI, maka kita di polisi ada dai Kamtibmas yang juga membantu memberikan penyuluhan tentang agama kepada masyarakat," ujar Anang.

    Anang berharap bisa bekerja sama dengan perguruan tinggi Islam untuk memberikan bekal kepada bintara baru agar lebih islami untuk masyarakat bila kelak merela bertugas di lapangan.

    Dalam buka bersama warga Muhamadiyah Kalimantan Tengah itu, hadir Rektor Universitas Muhamadiyah Bulkani, mantan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Ahmad Diran dan ratusan mahasiswa dan warga Muhammadiyah.

    KARANA WW


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.