Survei SMRC: Mayoritas Masyarakat Bangga Menjadi WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan hasil survei nasional lembaganya terkait NKRI dan ISIS di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, 4 Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    Pendiri SMRC, Saiful Mujani, menjelaskan hasil survei nasional lembaganya terkait NKRI dan ISIS di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, 4 Juni 2017. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, mengatakan hampir seluruh masyarakat bangga menjadi warga negara Indonesia (WNI). Hal tersebut ditujukan dalam survei yang dilakukan lembaganya sejak 14-20 Mei 2017.

    Saiful menuturkan 62,5 persen sangat bangga menjadi WNI dan 36,5 persen merasa cukup bangga. Sedangkan yang merasa kurang bangga dan tidak bangga jumlahnya tidak mencapai satu persen.

    Baca jugaSurvei: Kaum Muda Menolak Kekerasan atas Nama Agama

    Selain itu, 57,4 persen warga tidak setuju bila NKRI melemah dan terancam bubar. Sedangkan ada sekitar 12,6 persen masyarakat yang beranggapan Indonesia dapat bubar.

    "Mereka yang cemas Indonesia akan bubar belum tentu menolak NKRI. Dia hanya khawatir dan sangat kritis dengan situasi saat ini dengan melihat berbagai pengalaman di dunia," kata Saiful saat menyampaikan hasil surveinya di Jalan Cisadane Nomor 8, Cikini, Jakarta, Ahad, 4 Juni 2017.

    Masyarakat yang khawatir dan setuju bahwa NKRI melemah, umumnya beranggapan ancaman itu datang dari paham-paham agama tertentu. Selain itu, mereka juga beropini birokrasi dan pemerintahan yang buruk turut menjadi faktor yang dapat melemahkan NKRI.

    Simak juga: Para Santri Diminta Menjaga NKRI

    Saiful menuturkan, warga yang sangat bangga menjadi WNI ada  57,6 persennya bersedia menjadi relawan penjaga keutuhan NKRI.  "Dan 26,9 persennya sangat bersedia," ucapnya.

    Metode yang dilakukan SMRC dalam surveinya itu dengan mewawancarai 1500 responden. Tingkat kepercayaan survei ini  mencapai 95 persen dengan margin of error 2,7 persen.

    AHMAD FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.