Waspada Kebakaran Hutan di Riau, Heli TNI AU Pantau Titik Panas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dengan Helikopter. ANTARA/Nova Wahyudi

    Ilustrasi pemadaman kebakaran hutan dengan Helikopter. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Pekanbaru - Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara Roesmin Nurjadin Pekanbaru mengerahkan sebuah helikopter Puma untuk memantau titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di Riau. Satelit Tera dan Aqua mendeteksi setidaknya tujuh titik panas tersebar di sejumlah wilayah Riau.

    "Jika sudah ada konfirmasi perkembangan hotspot, kami akan naikkan heli TNI AU untuk pantau titik panas," kata Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsekal Pertama Age Wiraksono menjelaskan langkah antisipasi kebakaran hutan, Minggu, 4 Mei 2017.

    Baca juga: Polda Riau dan BMKG: Kerawanan Kebakaran Hutan 2017 Cukup Tinggi

    Adapun sebanyak tujuh titik panas terpantau satelit tersebar di Rokan Hulu dua titik, Bengkalis satu titik, Indragiri Hulu satu titik, Kampar satu titik, Meranti satu titik, dan Dumai satu titik.

    Menurut Age, Helikopter Puma bakal berpatroli udara di wilayah Rokan Hulu sebagai daerah terbanyak terpantau titik panas tepatnya di Desa Rokan Koto Ruang dan Desa Cipang Kiri, keduanya berada di Kecamatan Rokan IV Koto, Rokan Hulu.

    Sementara itu, informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Dumai dilaporkan kondisi dalam keadaan aman dan kondusif. "Hotspot nihil," ujar Age.

    Sedangkan hasil patroli Polsek Rupat Utara, Bengkalis, dilaporkan tidak ada kebakaran hutan yang terpantau di lokasi tersebut hanya lahan kosong dan rumah masyarakat di Desa Kador, Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis. "Seluruh lokasi yang dilewatkan patroli roda dua terpantau aman dari kebakaran lahan," ujarnya.

    RIYAN NOFITRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.