Hadapi Teroris di Sulbar, Kodam XIV Hasanuddin Aktifkan Intelijen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti diarak prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat RI- Papua Nugini berfoto selfie dengan istri Pangdam XIV Hasanuddin, Bella Saphira  saat  upacara penerimaan di Lantamal IV, Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Mei 2017. Iqbal lubis

    Pangdam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Agus Surya Bakti diarak prajurit Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Darat RI- Papua Nugini berfoto selfie dengan istri Pangdam XIV Hasanuddin, Bella Saphira saat upacara penerimaan di Lantamal IV, Makassar, Sulawesi Selatan, 27 Mei 2017. Iqbal lubis

    TEMPO.CO, Makassar - Panglima Daerah Militer XIV Hasanuddin, Mayor Jenderal Agus Surya Bakti, mengatakan prajuritnya tengah mewaspadai potensi aksi terorisme di perbatasan Sulawesi Selatan-Barat dan Sulawesi Barat-Tengah. Caranya, Agus mengaktifkan kegiatan intelijen dan teritorial.

    "Yang saya cermati ada dua ancaman yakni diperbatasan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat," kata Agus Surya Bakti di Makassar pada Sabtu malam, 3 Juni 2017.
    "Banyak sekali lokasi yang menjadi potensi tempat persembunyian, tempat berlatih di Sulawesi Barat."

    Baca: Revisi UU Antiterorisme, DPR: Definisi Teroris Jadi Perdebatan

    Menurut Agus, secara geografis dan demografis lokasi perbatasan memang sangat rawan. Ditambah masyarakat yang mudah terpengaruh oleh ajakan kelompok teroris yang jelas melanggar hukum. "Jadi marilah kita bersama-sama sadarkan mereka sambil tetap mewaspadai kelompok yang keras. Pancasila ini sudah final dan di dalam Pancasila semua ajaran agama ada," ujar Agus.

    Berkaitan dengan revisi Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang pemberatasan tindak pidana terorisme dengan melibatkan TNI. Agus mengatakan menunggu hasil di DPR. Jika memang nantinya TNI dilibatkan, tentu selalu siap tempur baik dalam keadaan damai maupun perang.

    Baca juga:

    RUU Antiterorisme, Pakar: TNI Dapat Masuk dengan Kategori Perang

    Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah Rahmat Abdurrahman mengatakan, mendukung pemberantasan terorisme di Indonesia. "Sebab terorisme tidak sesuai ajaran Islam yang selalu mendakwahkan kedamaian. Kami menolak kelompok yang menyimpang," ucap Rahmat.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.