Ronda Sahur Berujung Maut, Seorang Pemuda Tewas Dibacok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    Ilustrasi tewas/meninggal/mayat. Shutterstock

    TEMPO.CO, Bangkalan - Acara ronda sahur diwarnai perselisihan sekelompok pemuda dari dua desa di Kecamatan Konang, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Cekcok yang diduga dipicu dendam itu mengakibatkan satu orang tewas terkena bacok pada Sabtu, 3 Juni 2017.

    Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Tempo, keributan waktu sahur itu dimulai dari Jumat malam, 2 Juni 2017. Sekelompok pemuda Desa Durin Timur keliling kampung dengan membunyikan musik tradisonal untuk membangunkan warga.

    Mereka berkeliling hingga ke desa tetangga, Desa Pakis. Malam itu, di sebuah gardu Desa Pakis tengah nongkrong sejumlah pemuda. Melihat ada rombongan musik sahur dari Desa Durin Timur, seorang pemuda Desa Pakis bernama Ridho menegur agar mereka tak keliling di Desa Pakis kerena dianggap bising.

    Abdul, 18 tahun, pemuda dari Desa Durin Timur, tak terima teguran itu. Awalnya adu mulut. Tak lama kemudian main pukul. Dikabarkan Abdul lebih dulu memukul Ridho dengan kentongan. Keributan pun pecah pada dinihari itu.

    Esok harinya, Sabtu sore, 3 Juni 2017, Ridho dianiaya sekelompok pemuda bersenjata tajam di Dusun Gadding, Desa Pakis. Ridho ditemukan terkapar dengan luka bacok. Pelakunya diduga kelompok pemuda yang cekcok saat ronda sahur.  "Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong," kata Kepala Subagian Humas Polres Bangkalan, Ajun Komisaris Bidarudin.

    Menurut Bidaruddin, untuk mencegah balas dendam sebanyak tiga pleton Satuan Sabhara dari Polres Bangkalan diterjunkan ke lokasi kejadian. Polisi sedang menyelidiki pembunuhan ini. " Pelakunya masih dicari."

    MUSTHOFA BISRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.