Red Notice untuk Rizieq Tunggu Keputusan Interpol Pusat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, 28 Februari 2017. Raisan Al Farisi/Republika/pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan penerbitan daftar buron atau red notice terhadap petinggi Front Pembela Islam, Rizieq Syihab, harus menunggu persetujuan kantor pusat Interpol yang berada di Lyon, Prancis. Pengajuan red notice itu berkaitan dengan penetapan pimpinan FPI itu sebagai tersangka percakapan berisi konten pornografi di aplikasi WhatsApp.

    Meski sudah diajukan, red notice tersebut harus dinilai terlebih dahulu oleh Interpol pusat, agar bisa diterbitkan. "Red notice sudah diajukan ke Interpol tapi belum ada clearance (keputusan)," ujar Setyo seusai diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu, 3 Juni 2017.

    Baca: Buru Rizieq, Polisi Berkoordinasi dengan Interpol dan Imigrasi

    Setyo menegaskan bahwa red notice yang diajukan Mabes Polri hanya bisa terbit, jika dikabulkan oleh Interpol pusat. Keputusan mengajukan red notice sendiri diambil polisi seusai gelar perkara kasus Rizieq.

    Langkah red notice sendiri dilakukan setelah Polda Metro Jaya memasukkan nama pemimpin Front Pembela Islam itu ke daftar pencarian orang, pada 31 Mei lalu. Polda Metro Jaya pun berkomunikasi dengan pihak imigrasi mengenai status Rizieq di luar negeri.

    Baca: Rizieq Syihab Dikabarkan Pulang ke Indonesia 17 Ramadan?

    Rizieq resmi ditetapkan sebagai tersangka pornografi bersama Firza Husein. Dia diindikasi saling berkirim konten porno dengan Firza dalam percakapan elektronik, yang kemudian tersebar ke publik.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Arab Saudi Buka Bioskop dan Perempuan Boleh Pergi Tanpa Mahram

    Berbagai perubahan besar yang terjadi di Arab Saudi mulai dari dibukanya bioskop hingga perempuan dapat bepergian ke luar kerajaan tanpa mahramnya.