Diajukan sebagai Bakal Calon Gubernur Jatim, Risma Irit Bicara  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ekspresi Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat berbincang dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Yuddy Chrisnandi di ruang kerjanya, di Gedung KemenPAN-RB, Jakarta, 4 Agustus 2015. Dalam pertemuan tersebut, Risma membahas kurangnya tenaga dokter spesialis dan guru Pegawai Negeri Sipil di Surabaya. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Surabaya - Bursa pemilihan Gubernur Jawa Timur diprediksi bakal berwarna. Setelah Wakil Gubernur inkumben Saifullah Yusuf mendaftarkan diri ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur, giliran Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang diajukan oleh Dewan Pengurus Cabang (DPC) PDIP Surabaya.

    "Pekan depan kami ambil formulir pendaftaran di kantor DPD PDIP Jawa Timur untuk Bu Risma," ujar Sekretaris DPC PDIP Surabaya Syaifuddin Zuhri kepada wartawan, Jumat malam, 2 Juni 2017.

    Baca: PDIP Surabaya Ajukan Risma Jadi Bakal Calon Gubernur Jawa Timur

    Menurut Syaifuddin, keputusan itu merupakan hasil rapat internal di tingkat kota yang diselenggarakan Jumat malam. Dasar pengusulannya ialah hasil Rapat Kerja Daerah PDIP Jawa Timur beberapa waktu lalu yang mengimbau seluruh DPC se-Jawa Timur agar mengusulkan kader potensial untuk diusung sebagai bakal calon gubernur.

    Apalagi, nama Risma selalu masuk jajaran tertinggi pada hasil survei pemilihan Gubernur Jawa Timur. Angkanya tak terpaut jauh dari Saifullah Yusuf dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa.

    PDIP Surabaya tetap akan mendaftarkan nama Risma meski ia belum menaruh sikap. Menurut dia, seorang kader tidak punya hak menolak atau menerima karena partai punya pertimbangan dalam merekomendasikan kadernya.

    Simak: Pilgub Jawa Timur 2018, PKB Minta Bakal Cawagub dari PDIP

    Menanggapi kabar tersebut, Risma kembali memasang sikap cuek. Ditemui Tempo dan dua media lokal seusai penjurian Kota Layak Anak di halaman Balai Kota Surabaya, perempuan 55 tahun itu tak menjawab pertanyaan perihal pengajuan namanya menjadi bakal calon gubernur. "Apa?" ujarnya sembari mengerutkan dahi.

    Meski diburu pertanyaan para wartawan, wajahnya makin merengut dengan sedikit menekuk bibir. Peraih penghargaan Ideal Mother Award 2016 di Mesir itu berjalan memutar dan menjauhi wartawan, lalu kembali memasuki gedung.

    Sejurus kemudian Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Surabaya Muhammad Fikser yang mendampingi Risma meminta agar wartawan tidak melontarkan pertanyaan itu lagi. "Sudah tanya kan? Sudah tidak usah disebutkan," ucapnya.

    Lihat: PKB Usung Maju Pilgub Jatim, Gus Ipul: Terima Kasih Pak Muhaimin

    PDIP Jawa Timur membuka kesempatan pendaftaran bagi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur hingga 14 Juni 2017. Formulir pendaftaran harus dikembalikan pada 15-30 Juni 2017.

    Saifullah Yusuf telah mengambil formulir pendaftaran calon gubernur di kantor PDIP Jawa Timur, pada hari pertama pendaftaran, Kamis malam, 1 Juni 2017. Selain itu, Wakil Ketua DPD PDIP Jawa Timur Kusnadi turut mengambil formulir pendaftaran sebagai calon wakil gubernur.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.