Ini Peran Tiga Tersangka Teroris dalam Teror Bom Kampung Melayu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai meninjau TKP ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 26 Mei 2017. Dari lima korban tewas, tiga di antaranya merupakan polisi yang sedang bertugas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Kapolri Jenderal Tito Karnavian seusai meninjau TKP ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Jumat, 26 Mei 2017. Dari lima korban tewas, tiga di antaranya merupakan polisi yang sedang bertugas. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Tiga tersangka teroris, Asep Sofian alias Abu Dafa, Waris Suyitno alias Masuit, dan Jajang Iqin Sodikin berperan menyediakan bahan peledak bagi salah satu pelaku teror bom Kampung Melayu, Ahmad Sukri.

    "Peran mereka sangat penting di antaranya memasok bahan peledak," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian RI Inspektur Jenderal Setyo Wasisto di Markas Besar Kepolisian RI, Jakarta, Jumat malam, 2 Juni 2017.

    Baca: Polri Tahan Tiga Tersangka Anggota Komplotan Pelaku Bom Kampung Melayu

    Menurut dia, hal ini disimpulkan dari sejumlah barang bukti yang disita polisi. Dari ketiga tersangka ditemukan barang-barang yang mirip dengan barang bukti yang ditemukan di rumah Ahmad Sukri.

    "Barang bukti yang ditemukan di rumah mendiang Ahmad Sukri mirip dengan yang ditemukan di rumah terduga bom di Kampung Melayu, yaitu beberapa panci presto berukuran 24 sentimeter, casing detonator rakitan dan serbuk korek api, dan bahan peledak utama TATP," ujar Setyo.

    Ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka tindak pidana terorisme terkait dengan teror bom Kampung Melayu. Ketiga orang tersebut adalah teman pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam.

    Baca: Bom Kampung Melayu Diduga Dirakit di Rumah Ahmad Sukri di Garut 

    Mereka ditangkap lokasi berbeda di Bandung, Jawa Barat, sehari setelah peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu. Ketiganya kini ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

    "Pasal yang dikenakan yakni Pasal 15 juncto Pasal 7 dan Pasal 13 huruf c Undang-undang Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme," katanya.

    Polisi, menurut Setyo, masih memeriksa keterlibatan tiga terduga teroris lain, yakni R alias B yang ditangkap di Cibubur, Jawa Barat, pada 27 Mei 2017, serta AS dan BF alias I yang ditangkap di dua lokasi berbeda di Cipayung, Jakarta Timur, pada 30 Mei 2017. Tiga orang itu diduga Ahmad Sukri sebelum peristiwa teror bom Kampung Melayu.

    ANTARA | REZKI ALVIONITASARI

    Video Terkait:
    Bom Kampung Melayu: Densus 88 Geledah Rumah dan Toko Milik Mantan Napi Teroris




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Beberkan RAPBN 2020, Tak Termasuk Pemindahan Ibu Kota

    Presiden Jokowi telah menyampaikan RAPBN 2020 di Sidang Tahunan MPR yang digelar pada 16 Agustus 2019. Berikut adalah garis besarnya.