Ketua MPR Segera Gelar Temu Tokoh Nasional, Harapkan Jokowi Hadir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyaksikan teater kebangsaan Tripikala: Tertawa Bersama Megawati dalam perayaan ulang tahun ke-70 Megawati Soekarnoputri di Teater Jakarta, TIM, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan saat menyaksikan teater kebangsaan Tripikala: Tertawa Bersama Megawati dalam perayaan ulang tahun ke-70 Megawati Soekarnoputri di Teater Jakarta, TIM, Jakarta, 23 Januari 2017. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Masih banyaknya konflik yang membawa sentimen agama, suku, dan ras membuat Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) merasa perlu mengumpulkan berbagai tokoh nasional seperti yang dilakukan Presiden Jokowi beberapa pekan terakhir. Menurut Ketua MPR Zulkifli Hasan, MPR akan menggelar pertemuan itu Selasa, 13 Juni 2017.

    "Pertemuan itu dalam rangka melakukan refleksi kebangsaan dengan fokus diskusi merawat kebhinekaan," ujar Zulkifli Hasan di rumah dinasnya saat menggelar buka puasa bersama, Jumat, 2 Juni 2017. Jokowi hadir dalam acara ini.

    Baca juga:

    Jokowi Buka Puasa di Rumah Ketua MPR Zulkifli Hasan

    Zulkifli berkata, pertemuan itu tidak hanya digelar karena melihat banyaknya konflik dengan bumbu sentimen SARA. Ia berkata, pertemuan digelar karena lembaganya juga mendengar keluhan berbagai penganut agama saat berkunjung ke daerah.

    Ketua MPR Zulkifli Hasan tidak mengungkapkan siapa saja tokoh nasional dari berbagai suku dan agama yang akan ia undang. Namun, ia berharap Presiden Jokowi ikut hadir dalam pertemuan itu.

    ISTMAN MP

    Simak:
    Presiden Jokowi Segera Bentuk Unit Pemadam Intoleransi


    Ketua MPR: Konsep Bernegara Kita Jelas, Gus Solah: Jadi Indonesia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.