Harga Turun Setelah Bulog Bojonegoro Jual Bawang Putih

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bojonegoro -- Harga bawang putih di Bojonegoro dan sekitarnya mengalami penurunan hingga Rp 38.000 per kilogram dari sebelumnya Rp 45.000. Bulog Sub-Divisi Regional (Divre) III Bojonegoro ikut berjualan bawang putih  langsung di pasar-pasar tradisional.

    Pada awal Ramadan, harga bawang putih di Bojonegoro-Tuban dan Lamongan sempat naik hingga Rp 47.000 per kilogram. Harga ini sempat bertahan hingga satu pekan. Mahalnya bawang putih membuat Bulog Sub-Divre III Bojonegoro mendatangkan stok bawang putih dari luar kota. Bawang putih ini dijual ke sejumlah pasar di Bojonegoro dengan harga Rp 38.000 perkilogramnya. Dampaknya, harga langsung turun drastistis di atas 10 persen.

    Baca: KPPU Naikkan Status Dugaan Kartel Bawang Putih ke Penyelidikan

    Di Pasar Besar Kota Bojonegoro, harga bawang merah dijual bersama kebutuhan pokok lainnya seperti beras, gula, minyak goreng, dan terigu. Penjualnya langsung dari staf di Bulog Sub Divre, dan Dinas Perdagangan Pemerintah Bojonegoro. Ini dilakukan untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok menjelang ramadan. “Harganya langsung turun drastis,” kata Irsan Nasution, Kepala Bulog Sub-Divre Bojonegoro pada Tempo Jumat 2 Mei 2017.

    Baca: Wakapolri: Kartel Diduga Selundupkan Bawang Putih di Marunda

    Bawang putih, Irsan Nasution melanjutkan, bisa didatangkan dalam jumlah besar dari luar daerah Bojonegoro. Selanjutnya bawang putih didistribusikan ke Lamongan dan Tuban, untuk menstabilkan harga. Lokasi penjualannya berada di Pasar Besar Tuban, dan Lamongan, serta di pasar Babat.”Jumlanya besar,” kata Irsan.  

    Sri Murni, 48 tahun, seorang pedagang kebutuhan pokok di Klangon mengatakan operasi pasar oleh Bulog Bojonegoro berdampak besar atas harga. Dia mencontohkan, sebelum ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok cenderung naik.

    Ini seperti telur ayam, gula, terigu, termasuk juga bawang putih. Tapi begitu ada operasi pasar yang berkeliling di Pasar Besar, harga mulai turun dalam dua- tiga hari kemudian. ”Ya, langsung turun,” kata Sri kepada Tempo Jumat 2 Mei 2017. Dia berharap, operasi pasar bisa berlangsung selama bulan ramadan.  

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.