Wakil Ketua MPR: Mari Kita Laksanakan Pancasila

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua MPR: Mari Kita Laksanakan Pancasila

    Wakil Ketua MPR: Mari Kita Laksanakan Pancasila

    INFO NASIONAL - Dihadapan delegasi HIPMI Perguruan Tinggi, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dengan tegas mengajak kepada mereka untuk melaksanakan silai-sila yang ada di Pancasila. Dikatakan, ketika pemerintah sudah menetapkan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila maka masyarakat juga berhak untuk menuntut keseriusan pemerintah dalam melaksanakan Pancasila. “Pancasila merupakan spirit besar,” ujarnya.

    Diakui saat ini banyak terjadi penyimpangan terhadap nilai-nilai luhur Pancasila. Sebagai negeri yang sangat luas dan kaya sumber daya alam namun dalam penguasaan lahan ternyata hanya dikuasai oleh beberapa gelintir orang. Hal demikian menurut Hidayat Nur Wahid menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial atau ketidakadilan sosial.

    “Untuk itu pentingnya di sini bagi semua pihak untuk melaksanakan Sila Kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” ujarnya. Penguasaan lahan yang dimiliki hanya beberapa gelintir orang tersebut, kata Hidayat, membuat bangsa ini seolah-olah dijajah oleh bangsa lain.

    Untuk itu dirinya berharap kepada generasi muda yang terhimpun dalam HIPMI untuk bergerak dalam bidangnya, kewirausahaan, dengan serius. “Penting sekali HIPMI untuk merealisasikan Pancasila,” ujarnya.

    Hidayat Nur Wahid mendorong agar organisasi itu memperjuangkan keadilan sosial. Diharapkan pula organisasi itu mampu menguasai teknologi, bahasa asing, dan sumber daya lainnya dalam menghadapi tantangan global.

    Delegasi HIPMI Perguruan tinggi yang diterima oleh Hidayat Nur Wahid di Lt.9, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta, 2 Juni 2017, itu dipimpin Said Aldi Al Idrus. Menurut Said, organisasi itu akan melakukan jambore. Dirinya mengharap agar Hidayat Nur Wahid datang dalam acara itu dan melakukan Sosialisasi Empat Pilar MPR, yakni Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. “Mengundang pimpinan MPR untuk memberi sosialisasi,” ujarnya.  (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.