Klarifikasi Aliran Duit 600 Juta, Amien Rais ke KPK Sebelum Umrah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais memberikan klarifikasi soal aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir di rumahnya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, 2 Juni 2017. TEMPO/Arke

    Mantan Ketua Umum PAN Amien Rais memberikan klarifikasi soal aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir di rumahnya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, 2 Juni 2017. TEMPO/Arke

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengatakan akan berkunjung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengklarifikasi dugaan aliran dana proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) ke partainya. Ini terkait aliran dana dari Yayasan Soetrisno Bachir Foundation sejumlah Rp 600 juta yang diduga berasal dari proyek korupsi yang menjerat mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari.

    "Senin (5 Juni 2017) mendatang saya akan berkunjung ke kantor KPK untuk menjelaskan duduk persoalannya," kata Amien di rumahnya di Kompleks Taman Gandaria, Jakarta, Jumat 2 Juni 2017.

    Baca juga: Dibantu Rp 600 Juta, Ini Pujian Amien Rais untuk Sutrisno Bachir

    Amien Rais beralasan kunjungan tersebut dilakukan sebelum berangkat menunaikan ibadah umroh pada 8 Juni 2017. "Kalau saya dipanggil KPK padahal saya masih umroh, saya khawatir dianggap lari dari tanggung jawab," kata Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 1999-2004 tersebut.

    Hari ini, Amien Rais memberikan sejumlah klarifikasi terkait adanya aliran dana dari Yayasan Sutrisno Bachir Foundation senilai Rp 600 juta ke rekening PAN. Ia memberikan klarifikasi didampingi Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri Idrus Sambo, Anaknya yang juga politikus PAN Hanafi Rais, serta kader PAN Drajat Wibowo.

    Klarifikasi ini lantaran Jaksa Penuntut Umum KPK Iskandar Marwanto pada sidang Rabu, 31 Mei 2017, menyebut adanya aliran dana dari PT Mitra Medidua selaku pemasok bagi PT Indofarma Tbk dalam pengadaan alat kesehatan  guna mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) 2005 pada Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan, untuk pengurus PAN yaitu Soetrisno Bachir (Ketua Umum PAN 2005-2010, kini Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional), Nuki Syahrun, Amien Rais, Tia Nastiti (anak Siti Fadilah), maupun Yayasan Soetrisno Bachir Foundation.

    Simak pula: Kasus Korupsi Alkes, KPK Telusuri Dugaan Setoran ke Amien Rais

    PT Mitra Medidua, yang ditunjuk sebagai pemasok pada 2 Mei 2006 mengirimkan uang sebesar Rp 741,5 juta dan pada 13 November 2006 mengirimkan sebesar Rp 50 juta ke rekening milik Yurida Adlanini yang merupakan serketaris pada Yayasan Soetrisno Bachir Foundation (SBF). Dana ini kemudian diduga dipindahbukukan kepada pengurus PAN, Nuki Syahrun dan Tia Nastiti (anak Siti Fadilah).

    Amien Rais pun enggan menjawab pertanyaan wartawan yang sudah berkumpul. Termasuk bentuk klarifikasi yang akan dibawanya ke KPK. Ia berdalih konferensi pers hanya untuk memberi klarifikasi atas tuntutan jaksa. "Sampai ketemu lagi, di Kantor KPK. Besok Senin saja," kata dia.

    ARKHELAUS W.

    Video Terkait:
    Disebut Terima Rp 600 Juta, Amien Rais: Saya Hadapi dengan Berani




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    RAPBN 2020, Ada 20 Persen untuk Pendidikan, 5 untuk Pendidikan

    Dalam RAPBN 2020, pembangunan Indonesia akan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Berikut besaran dan sasaran yang ingin dicapai.