Tulisan Mirip Lambang ISIS Ditemukan di Gudang di Sukoharjo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bendera ISIS/ISIL. Wikipedia.org

    Ilustrasi bendera ISIS/ISIL. Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Sukoharjo - Sebuah tulisan cat semprot mirip lambang Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) ditemukan di tembok luar sebuah gudang yang berada di Sukoharjo, Jawa Tengah. Belum diketahui siapa yang membuat tulisan tersebut.

    "Coretan (mirip lambang ISIS) itu ada sejak sepekan terakhir," kata petugas jaga malam gudang, Joko Purwanto, Jumat 2 Juni 2017. Hanya saja, selama beberapa hari ini dia tidak terlalu menghiraukan coretan dengan cat semprot itu.

    Joko tidak mengetahui tulisan tersebut merupakan lambang dari ISIS. "Saya kira tulisan Arab biasa," katanya. Selain itu, tulisan tersebut berada di tembok bagian luar yang berbatasan dengan sebuah rumah kosong.

    "Saya baru tahu arti coretan itu setelah pagi tadi dipanggil oleh atasan," kata Joko. Dia dan beberapa temannya lantas diperintahkan untuk menghapus tulisan dengan menimpanya menggunakan cat baru.

    Joko tidak tahu siapa yang membuat tulisan tersebut. "Kemungkinan dibuat pada sore hari," katanya. Sebab, Joko selalu berjaga di luar gudang setiap malam. "Kalau membuatnya malam pasti saya tahu," katanya.

    Penghapusan tulisan tersebut juga didampingi pegawai kelurahan serta beberapa polisi yang tidak mengenakan seragam. Dua pekerja mengecat ulang tembok itu dengan cukup tebal sehingga coretan cat semprot warna hitam itu tidak lagi terlihat.

    Salah satu pegawai Kelurahan Bulakrejo, Kasidi, mengatakan semula tidak mengetahui adanya tulisan mirip lambang ISIS itu. Sebab, tulisan tersebut berada di pagar gudang bagian luar yang bersebelahan dengan rumah kosong. "Kami baru mengetahui setelah ada informasi dari polisi," kata Kasidi. Dia lantas menghubungi pengelola gudang dan berkoordinasi untuk menghapusnya.

    AHMAD RAFIQ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Pemakzulan Donald Trump Dari Ukraina Ke Kongres AS

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat mencetuskan penyelidikan untuk memakzulkan Presiden Donald Trump. Penyelidikan itu bermula dari Ukraina.