Menteri Lukman: Persekusi Merendahkan Sisi Kemanusiaan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    Menteri Agama Republik Indonesia, Lukman Hakim Saifuddin meresmikan peluncuran Al Quran terjemahan bahasa daerah dan Ensiklopedia pemuka agama nusantara di Gedung Kemenag Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Senin, 19 Desember 2016. Tempo/Dwi Herlambang (magang)

    TEMPO.COSamarinda - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menegaskan aksi persekusi adalah melanggar hukum. Untuk itu, ia mengimbau semua elemen masyarakat tidak melakukan persekusi.

    "Persekusi itu sangat merendahkan sisi kemanusiaan," kata Lukman setelah membuka Rapat Kerja Nasional Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI) di Buddhist Centre, Maha Vihara Sejahtera Maitreya di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat, 2 Juni 2017.

    Baca juga: Korban Persekusi dan Keluarganya Dievakuasi ke Safe House

    Belakangan ini tindakan persekusi atau pemburuan sewenang-wenang terhadap seorang atau sejumlah warga dan disakiti, dipersusah, atau ditumpas marak terjadi. Terutama menyasar para pengguna media sosial.

    Menurut Damar Juniarto, Koordinator Regional Jaringan Penggerak Kebebasan Berekspresi se-Asia Tenggara (SAFEnet), persekusi marak terjadi. Perburuan dilakukan dengan dalih membela ulama dan agama. 

    Dalam catatan SAFEnet, 59 orang atau pemilik akun media sosial di pelbagai daerah identitasnya disebar agar menjadi target persekusi. Korban persekusi diintimidasi dan dipaksa meminta maaf terkait dengan tulisan mereka.

    "Persekusi ini melanggar hukum, kita harus menghindarkan diri dari perilaku persekusi," kata Lukman.

    SAPRI MAULANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pidato Jokowi Terkait Kinerja dan Capaian Lembaga Tinggi Negara

    Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato kenegaraan dalam Sidang Tahunan MPR pada 16 Agustus 2019. Inilah hal-hal penting dalam pidato Jokowi.