Kasus Korupsi Alkes, KPK Telusuri Dugaan Setoran ke Amien Rais  

Reporter

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Amien Rais mendatangi kediaman pendiri Universitas Bung Karno (UBK), Rachmawati Soekarnoputri, di Jakarta, 17 September 2016. Tempo/Rezki A.

TEMPO.COJakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan menindaklanjuti dugaan adanya aliran dana kepada mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Amien Rais, dalam perkara korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan. Wakil Ketua KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan penyidik akan terus memantau dan mencermati persidangan dengan terdakwa mantan Menteri Kesehatan, Siti Fadilah Supari, tersebut.

Menurut Laode, penyidik dapat memanggil Amien Rais jika dianggap perlu untuk mengembangkan kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan di Kementerian Kesehatan. "Pasti kan nanti perlu diklarifikasi, tapi nanti dilihat dulu," katanya, kemarin.

Baca juga: Hari Ini Amien Rais Jelaskan Soal Duit Alkes Rp 600 Juta

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, mengatakan penyidik akan menganalisis semua fakta yang muncul dalam persidangan untuk menentukan langkah berikutnya. "Nanti juga penuntut umum akan menyampaikan hasilnya secara berjenjang ke KPK," ujarnya.

Dugaan adanya aliran dana ke Amien terungkap dalam sidang pembacaan tuntutan atas Siti Fadilah di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu lalu. Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat periode 1999-2004 itu dituding menerima dana senilai total Rp 600 juta dari proyek yang kini menyebabkan Siti dituntut 6 tahun penjara tersebut.

Jaksa penuntut umum KPK, Iskandar Marwanto, mengatakan dana keuntungan proyek pengadaan alat kesehatan tersebut dialirkan dari rekening milik Yurida Adlaini, Sekretaris Yayasan Sutrisno Bachir Foundation (SBF). "Selanjutnya, Nuki Syahrun, selaku Ketua Yayasan SBF, memerintahkan untuk memindahbukukan sebagian dana kepada pihak-pihak yang memiliki hubungan kedekatan dengan terdakwa," katanya.

Berkas tuntutan jaksa mencatat dana disetor ke rekening Amien sebanyak enam kali, mulai 15 Januari 2007 hingga 2 November 2007. Masing-masing transaksi senilai Rp 100 juta. Duit tersebut merupakan bagian dari Rp 5,78 miliar hasil keuntungan PT Mitra Medidua, supplier PT Indofarma Tbk, yang menjadi rekanan pemerintah dalam pengadaan alat kesehatan senilai Rp 15,5 miliar untuk mengantisipasi kejadian luar biasa (KLB) pada 2005 di Pusat Penanggulangan Masalah Kesehatan. Adapun Indofarma hanya untung Rp 364,6 juta.

Dalam kasus yang menyebabkan negara merugi hingga Rp 6,1 miliar tersebut, Siti Fadilah didakwa karena menunjuk langsung Indofarma sebagai pelaksana proyek pengadaan buffer stock obat flu burung. Siti juga dituding menerima gratifikasi senilai Rp 1,9 miliar dari sejumlah pihak yang terkait dengan proyek ini.

Ditemui di rumahnya di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Amien Rais enggan berkomentar banyak tentang tudingan dia menerima dana proyek alat kesehatan. Dia berencana menjelaskan secara detail kepada awak media hari ini di rumahnya di kawasan Gandaria, Jakarta Selatan.

Dia justru merasa senang dengan rencana KPK membuka lagi kasus ini. "Ini blessing in disguise (berkah tersembunyi)," kata Amien, kemarin.

Tak mau menunggu dipanggil, Amien justru berencana datang ke KPK, Senin mendatang, untuk memberikan sejumlah data kasus korupsi besar yang melibatkan dua tokoh nasional dan kini belum ditangani. "Siapa? Nanti, gitu aja, ya."

Wakil Ketua Umum PAN Mulfachri Harahap tak yakin ada aliran duit haram ke rekening mantan petinggi partai, termasuk Amien Rais, dari Sutrisno Bachir Foundation. Menurut dia, sebagai pengusaha, Sutrisno memang terkenal gemar membantu tokoh-tokoh nasional yang memiliki ide, visi, dan semangat yang sama dengannya. "Kalaupun ada sumbangan dari Sutrisno Bachir, saya yakin sumbangan itu bersumber dari dana yang halal. Bukan bersumber dari kejahatan Siti Fadilah," katanya. 

DANANG FIRMANTO | HUSSEIN ABRI | MAYA AYU | MUH SYAIFULLAH | NINIS CHAIRUNNISA






Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Dituntut Tujuh Tahun Penjara Dalam Kasus Suap

3 jam lalu

Hakim PN Surabaya Itong Isnaeni Dituntut Tujuh Tahun Penjara Dalam Kasus Suap

Jaksa KPK menilai Itong Isnaeni terbukti menerima suap dalam perkara pembubaran PT Soyu Giri Primedika (SGP).


Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

10 jam lalu

Lukas Enembe Tak Hadiri Pemeriksaan KPK, KSP: Ironi

Jaleswari menyebut absennya Lukas Enembe dalam panggilan KPK itu sebagai ironi. Sebab, seharusnya pejabat sekelas dia dapat memberikan contoh.


Mahkamah Agung Terlibat Kasus Suap? Sudrajat Dimyati Bukan Orang Pertama

15 jam lalu

Mahkamah Agung Terlibat Kasus Suap? Sudrajat Dimyati Bukan Orang Pertama

Mahkamah Agung penegak keadilan tertinggi di Indonesia. Kinerja MA dipertanyakan usai OTT KPK Hakim Agung Sudrajad Dimyati. Bukan kasus pertama.


Ini Langkah Preventif KPK agar Modus Suap dalam Pengurusan Perkara di MA Tak Terulang

16 jam lalu

Ini Langkah Preventif KPK agar Modus Suap dalam Pengurusan Perkara di MA Tak Terulang

KPK menyiapkan langkah preventif dan edukatif agar modus korupsi dalam pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA) tidak terulang


ICW Desak KPK Ultimatum Jemput Paksa Lukas Enembe, Bagaimana Mekanisme Berdasarkan KUHAP?

16 jam lalu

ICW Desak KPK Ultimatum Jemput Paksa Lukas Enembe, Bagaimana Mekanisme Berdasarkan KUHAP?

Gubernur Papua Lukas Enembe ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap Rp 1 miliar. Mangkir dua kali pemanggilan, haruskah dengan jemput paksa?


Gubernur Papua Lukas Enembe Sebut Punya Tambang Emas, Bolehkah Perorangan Memiliki Tambang Emas?

17 jam lalu

Gubernur Papua Lukas Enembe Sebut Punya Tambang Emas, Bolehkah Perorangan Memiliki Tambang Emas?

Gubernur Papua Lukas Enembe melalui pengacaranya menyebut memiliki tambang emas dalam proses perizinan. Bolehkah perorangan punya tambang emas?


KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

17 jam lalu

KPK Panggil Eks Gubernur Zumi Zola Jadi Saksi di Kasus RAPBD Jambi

KPK memanggil mantan Gubernur Jambi Zumi Zola sebagai saksi dalam pengembangan kasus dugaan suap terkait pengesahan RAPBD Provinsi Jambi


Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

17 jam lalu

Wakil Ketua KPK Sebut Tambang Emas, Lukas Enembe Kemudian Mengaku Punya Tambang Emas

Wakil Ketua KPK mengatakan kalau Lukas Enembe mampu buktikan uang miliaran rupiah miliknya, misalkan dari tambang emas, "Pasti akan kami hentikan".


Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Ketua MA dan Jajarannya Baca Kembali Pakta Integritas

18 jam lalu

Sudrajad Dimyati Tersangka KPK, Ketua MA dan Jajarannya Baca Kembali Pakta Integritas

Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin mengumpulkan jajarannya untuk membaca kembali pakta integritas setelah Hakim Agung Sudrajad Dimyati jadi tersangka


Eks Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

23 jam lalu

Eks Kepala Divisi I PT Waskita Karya Adi Wibowo Dituntut 4 Tahun 6 Bulan Penjara

Eks pejabat Waskita Karya Adi Wibowo dituntut pidana 4 tahun 6 bulanpenjara dalam perkara korupsi pengadaan pembangunan Gedung Kampus IPDN Gowa