Hari Pancasila, Soekarwo: DPRD Godok Perda Ketaatan Konstitusi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dok. TEMPO/Fully Syafi

    Gubernur Jawa Timur, Soekarwo. Dok. TEMPO/Fully Syafi

    TEMPO.CO, Surabaya - Usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila di Surabaya, Gubernur Jawa Timur Soekarwo mengatakan saat ini DPRD menggodok Perda ketaatan terhadap konstitusi negara.

    Sebab itu, dia mengaku akan mendukung penuh langkah yang diinisiasi oleh DPRD Jatim guna memperkuat ketaatan terhadap konstitusi negara. “Pembentukan perda manjadi langkah penting untuk mengantisipasi gangguan keamanan yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila,” kata Soekarwo.

    Baca : Unit Kerja Pancasila, Pratikno: Bakal Diisi Purnawirawan 3 Unsur

    Soekarwo juga siap menindak tegas siapapun yang mencoba melawan Pancasila dan memecah belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, Pancasila adalah konstitusi negara yang menjadi pandangan hidup negara Indonesia. Sebabnya, dia menambahkan, pihak yang melawan Pancasila harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

    “Saya Soekarwo, Gubernur Jawa Timur akan terus mengawal Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Kebhinekaan menjadi bagian dalam pandangan hidup berbangsa,” kata Soekarwo usai mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2017 di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis, 1 Juni 2017.

    Sementara itu, Wakil Ketua Komisi A bidang Pemerintahan DPRD Jawa Timur, Bambang Juwono, mengatakan mekanisme penyusunan Perda tersebut nantinya akan melalui Focus Group Discussion (FGD). Menurut dia, Dalam FGD itu nantinya akan mengundang semua elemen masyarakat baik dari pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh agama, parpol, TNI dan Polri.

    Simak pula : Peringati Hari Lahir Pancasila, Jokowi: Kebhinekaan Kita Diuji

    “Ya memang itu inisiatif dari komisi A DPRD Jatim, dan itu juga sudah kami sampaikan kepada Gubernur dan Kapolda untuk mendukung itu,” kata Bambang saat dihubungi Tempo, Kamis, 1 Juni 2017.

    Bambang yang juga politisi PDIP tersebut mengatakan, tujuan inti dari FGD ini ialah membangun konsolidasi kebangsaan di Jawa Timur. Menurut dia, kondisi Kebhinekaan diluar sana sedang hiruk pikuk.

    Sebabnya, dia menambahkan, pihaknya berharap dengan adanya FGD ini kerukunan antar warga masyarakat tidak terganggu serta ketenteraman dan ketertiban umum bisa terwujud.

    “Rencananya tanggal 10 Juni besok, dan kami ingin menjaga kondisi dan situasi di Jawa Timur tetap sejuk, kondusif dan toleran,” ujar Bambang tak lama setelah mengikuti upacara Hari Lahir Pancasila.

    JAYANTARA MAHAYU


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.