Jokowi Pastikan Pemerintah Tindak Tegas Ormas Anti-Pancasila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    TEMPO.COJakarta - Presiden Joko Widodo menegaskan bakal menindak tegas gerakan atau organisasi yang tidak sesuai dengan Pancasila. Langkah ini dilakukan untuk menuntun rakyat Indonesia meraih cita-cita NKRI.

    "Kita harus waspada. Pemerintah pasti akan bertindak tegas terhadap gerakan dan organisasi yang anti-NKRI, anti-Pancasila," kata Jokowi saat memberikan pidato dalam upacara Hari Lahir Pancasila di Kementerian Luar Negeri, Kamis, 1 Juni 2017.

    Baca: Megawati Ingatkan Pentingnya Makna Hari Lahir Pancasila

    Dalam pidatonya, Jokowi menyebut komunisme adalah gerakan yang jelas-jelas dilarang di Indonesia. Ia pun mengajak rakyat bergotong royong demi kemajuan Indonesia.

    "Tidak ada pilihan lain kecuali kita harus bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Tidak ada pilihan lain kecuali kembali ke jati diri kita yang santun," ujar Jokowi.

    Jokowi meyakinkan rakyat tak perlu lagi meragukan komitmen pemerintah menegakkan Pancasila. Namun masih banyak upaya yang perlu dilakukan untuk meneruskan perjuangan.

    Baca: Menteri Agama: Tidak Relevan Hadapkan Pancasila dengan Agama

    Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2014 itu mengajak peran aktif pemuka enam agama di Indonesia, pendidik, pelaku seni, jajaran pemerintah, TNI, Polri, serta semua komponen masyarakat untuk menjaga Pancasila. Selain itu, Presiden memberi mandat pengamalan dan pemahaman Pancasila terus ditegakkan.

    "Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, saya Pancasila," kata Jokowi.

    ADITYA BUDIMAN | MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polusi Udara Pembunuh Diam-diam

    Perubahan iklim dan pencemaran udara menyebabkan lebih dari 12,6 juta kematian per tahun. Jumlah korban jiwa ini belum pernah terjadi sebelumnya.