Gatot Nurmantyo: TNI Tak Lindungi Prajurit yang Korupsi  

Reporter

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat berkeunjung ke Markas Kesatrian Gatot Subroto Grup 1 Kopassus di Serang Banten. TEMPO/Darma Wijaya

TEMPO.CO, Jakarta - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan bahwa TNI telah mencanangkan tahun 2017 sebagai masa bersih-bersih dari korupsi. Saat memimpin upacara kenaikan pangkat 53 perwira tinggi (pati) TNI di Aula Gatot Subroto Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Gatot meminta bawahannya bekerja secara transparan.

“TNI tidak akan melindungi dan tidak akan memberi toleransi kepada oknum prajurit yang melakukan tindakan korupsi,” kata Gatot Nurmantyo, dikutip dari siaran pers Pusat Penerangan Mabes TNI, Rabu, 31 Mei 2017.

Baca juga:
Kasus Korupsi Heli AW 101, Gatot Nurmantyo Mengaku Tak Bisa Tidur
KPK Periksa 13 Saksi Kasus Korupsi Pembelian Helikopter AW101

Dia pun mengimbau para pati TNI yang telah memperoleh kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi tersebut agar tak lupa diri. “Reputasi pati TNI tidak dibangun dalam sehari, tetapi bertahun-tahun dan harus dipelihara secara terus-menerus," kata Gatot Nurmantyo.

Sebanyak 53 orang pati yang naik pangkat terdiri atas 27 perwira Angkatan Darat, 15 perwira Angkatan Laut, dan 11 perwira Angkatan Udara.

Upacara kenaikan pangkat 53 pati itu disusul serah terima jabatan Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI, dari Marsekal Muda Bambang Samoedro kepada Marsekal Muda Dedy Permadi yang sebelumnya menjabat sebagai Aspers Kasau.

YOHANES PASKALIS






10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

26 Juli 2022

10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

Nikita Mirzani ditangkap Satreskrim Polresta Serang Kota Polda Banten di Senayan City, Jakarta Selatan, 21 Juli 2022. Ini kontroversi lainnya.


UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

20 Mei 2022

UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan prihatin terhadap kasus pencekalan Ustad Abdul Somad atau UAS di Singapura.


Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

16 Mei 2022

Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

Gatot Nurmantyo tidak merinci apakah dirinya diajak Din hanya sekedar untuk hadir di rakernas atau diajak menjadi kader partai.


Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

16 Mei 2022

Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

Din Syamsuddin menjelaskan Partai Pelita tetap terbuka untuk bekerja sama dengan partai politik manapun.


Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

16 Mei 2022

Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

Gatot Nurmantyo secara dadakan diminta memberi testimoni soal Partai Pelita dalam Rakernas yang dibuka Din Syamsuddin hari ini.


Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

16 Mei 2022

Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

Ketua MPP Partai Pelita Din Syamsuddin mengatakan Gatot Nurmantyo merupakan rekannya di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.


Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

28 Maret 2022

Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

Kelompok Beta Sigap Ambon Manise menggelar deklarasi dukungan terhadap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Calon Presiden 2024.


Ini Alasan PKB Ajak Gatot Nurmantyo Jadi Kader

25 Februari 2022

Ini Alasan PKB Ajak Gatot Nurmantyo Jadi Kader

PKB melihat Gatot Nurmantyo terikat sumpah sapta marga, memiliki jiwa pengabdian yang tak pernah padam kepada rakyat, bangsa dan negara.


PKB Ajak Gabung Gatot Nurmantyo Jadi Kader Usai Gugatannya Ditolak MK

25 Februari 2022

PKB Ajak Gabung Gatot Nurmantyo Jadi Kader Usai Gugatannya Ditolak MK

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serius mengajak mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo bergabung menjadi kader.


Gatot Nurmantyo dkk Sebut Jokowi Gagal Kelola Jalannya Pemerintahan

13 November 2021

Gatot Nurmantyo dkk Sebut Jokowi Gagal Kelola Jalannya Pemerintahan

Kondisi demokrasi, ekonomi, HAM, serta praktik-praktik rente kebijakan dan korupsi di bawah pemerintahan Jokowi dianggap memburuk tidak terkendali.