JK Apresiasi Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, Sebabnya...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab pertanyaan wartawan di Kantor Wares, Jalan Medan Merdeka Utara, 26 Mei 2017. Tempo/Amirullah Suhada

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengapresiasi kinerja Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu. Saat menerima Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie, Kalla kaget ternyata masa kerja DKPP periode ini sudah hampir berakhir.

    "Wah tidak terasa ya. Kok, sudah lima tahun, cepet sekali," kata Kalla seperti ditirukan Jimly di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu, 31 Mei 2017. Dalam pertemuan itu, Jimly mengatakan Kalla menyambut gembira laporan DKPP. "Kinerja DKPP diapresiasi," kata dia menambahkan.

    Baca :
    DKPP Putuskan Ketua KPU DKI Sumarno Melanggar Kode Etik
    Dugaan Langgar Etik, Ketua KPU DKI Dilapor Relawan Ahok ke DKPP

    Menurut Jimly, perasaan waktu cepat berlalu menunjukkan pihaknya menikmati pekerjaan yang diemban. Masyarakat disebutnya juga menerima kehadiran DKPP ini dengan senang, sehingga tidak terasa waktu lima tahun berjalan akan segera berakhir.

    Selain bertemu Wapres, DKPP akan menghadap Presiden Joko Widodo untuk memberikan laporan kinerja DKPP selama lima tahun. Pihaknya berharap ke depannya DKPP bisa terus mengawal integritas penyelenggaraan pemilu di Tanah Air. "Supaya dekorasi kita pun berintegritas, bisa dipercaya, bermutu," kata Jimly.

    Dia mengatakan secara kuantitas, Indonesia adalah negara demokrasi ketiga terbesar di dunia. Namun, secara kualitas Indonesia belum mencapai nomor tiga. Indonesia masih perlu membina proses perbaikan demokrasi dari waktu ke waktu, termasuk integritas penyelenggara dan peserta pemilu. "Inilah peran yang dimainkan DKPP selama lima tahun. Mudah-mudahan bisa diteruskan, sekaligus terus-menerus memperbaiki kualitas demokrasi kita," kata Jimly.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.