Munculnya ISIS di Filipina Sudah Diprediksi Menteri Ryamizard

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Silmy Karim menghadiri peluncuran empat produk senjata terbaru di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu bersama Direktur Utama (Dirut) PT Pindad (Persero) Silmy Karim menghadiri peluncuran empat produk senjata terbaru di Kementerian Pertahanan, Jakarta, 9 Juni 2016. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengaku telah mewaspadai pergerakan sel kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Filipina Selatan sejak satu setengah tahun lalu. Pergerakan itu kini terlihat melalui serangan pemberontak Maute ke kota Marawi, Mindanao.

    "Sudah saya katakan waspada, waspada. Setelah dia (ISIS) babak belur di Eropa, akan kembali ke sana (Filipina)," ujar Ryamizard di gedung Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu, 31 Mei 2017. (Baca: Antisipasi ISIS, Pelabuhan Sulawesi Utara Perketat Penjagaan)

    Ryamizard berkata pihaknya sudah memprediksi pergerakan itu. Ia mengaku siap mengatasi penyebaran milisi ISIS hingga ke Indonesia. "Tentunya kalau saya sudah memprediksi itu dan menjadi kenyataan, berarti saya sudah punya cara untuk mengatasi," ucapnya.

    Dia mengaku merencanakan dialog dengan menteri pertahanan dari Malaysia dan Filipina, dalam konteks pengamanan kawasan. Jika tak segera diatasi, ujar Ryamizard, pecahan kelompok yang terafiliasi dengan ISIS akan terpencar di kawasan selain Filipina Selatan. (Baca: Dukung Filipina Berantas ISIS, Setnov: Teroris Tak Punya Agama)

    Adapun status darurat militer sudah diberlakukan di Mindanao sepekan terakhir. Korban tewas akibat kontak senjata militer Filipina kelompok Maute itu sudah mencapai lebih dari 100 orang, termasuk warga sipil. Mewaspadai dampak konflik tersebut, TNI menggelar patroli laut di sepanjang Maluku Utara sampai Sulawesi. Penjagaan di perbatasan Indonesia-Filipina, termasuk di pelabuhan-pelabuhan bayangan, pun diperkuat demi mencegah penyusupan.

    Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto pun memastikan pemerintah mewaspadai situasi pasca-serangan militer Filipina ke Marawi. "Dengan adanya Kepulauan Sulu sebagai basis baru ISIS, yang sedang digempur militer Filipina habis-habisan, ada kekhawatiran ini terurai masuk ke Indonesia," kata Wiranto di Jakarta, Ahad, 28 Mei 2017.

    Dia mengaku telah memperkuat posisi militer Indonesia, termasuk kepolisian dan aparat teritorial. Pemerintah Indonesia dan Filipina, menurut dia, berkomitmen menjaga daerah perbatasan dengan Patroli Maritim Bersama. (Baca: Delapan Jasad Disertai Tulisan 'Munafik' Ditemukan di Marawi)

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.