Sriwijaya Tergelincir di Manokwari, Rem Blong Jadi Penyebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pesawat sriwijaya Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    Ilustrasi pesawat sriwijaya Air. Dok. TEMPO/Fahmi Ali

    TEMPO.CO, Manokwari - Pesawat Sriwijaya Air tipe B-733/PK CJC dengan nomor penerbangan SJ 570 rute Sorong-Manokwari, yang mengangkut 153 orang penumpang, termasuk awak kabin, tergelincir saat mendarat atau landing di Bandar Udara Rendani Manokwari, Rabu, 31 Mei 2017, sekitar pukul 09.14 WIT.

    Ketika dikonfirmasi di sekitar lokasi kejadian, Kepala Kepolisian Resor Manokwari Ajun Komisaris Besar Christian Roni Putra mengatakan pesawat Sriwijaya Air tergelincir karena kondisi cuaca hujan dan rem blong.

    “Informasi awal yang saya terima, dua roda depan pesawat patah dan tertancap ke dalam tanah sekitar 35 meter dari landasan pacu," katanya, Rabu, 31 Mei 2017. (Baca: Sriwijaya Air Jajaki Proyek Perawatan Pesawat di Bintan)

    Christian menambahkan, tidak ada korban meninggal dalam kecelakaan pesawat tersebut. Namun, berdasarkan informasi yang dia terima, satu penumpang usia anak-anak mengalami patah tulang. "Sementara dirawat di RS AL Manokwari," ucapnya.

    Ihwal evakuasi badan pesawat, dia menjelaskan, telah berkoordinasi dengan kepala bandara dan TNI Angkatan Laut. Rencananya, badan pesawat akan dievakuasi dengan crane karena di Manokwari belum ada Angkatan Udara. (Baca: Sriwijaya Air Tergelincir di Manokwari, Semua Penumpang Selamat)

    Informasi lain dari pihak Bandara Rendani Manokwari belum dapat dihimpun karena kepala bandara beserta petugasnya masih di lokasi kejadian. Adapun pesawat yang dikemudikan pilot Kapten Budi Hartono itu keluar landasan sewaktu mendarat sekitar 35 meter dari arah runway dengan kondisi cuaca hujan. Rute penerbangan ke Manokwari hari ini ditutup mengingat kondisi cuaca dan insiden tersebut.

    Adapun Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono mengatakan peristiwa ini disebabkan hujan lebat yang mengguyur wilayah bandara saat pesawat mendarat. "Pesawat berhasil mendarat dengan baik. Namun, karena saat itu hujan lebat, pesawat tergelincir atau over run," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu. (Baca: Sriwijaya Air Buka Rute Baru di Indonesia Timur)

    Agus menuturkan, hingga saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Kegiatan penerbangan di bandara pun ditutup hingga pukul 12.00 WIT. "Seluruh penumpang selamat," ucapnya. Saat ditanya soal dugaan as roda patah, yang menjadi penyebab tergelincirnya pesawat, Agus mengaku belum bisa memastikannya. "Kami tunggu hasil evaluasi KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) saja, ya," ujarnya.

    HANS ARNOLD | INGE KLARA SAFITRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hal Penting di Rengasdengklok Sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945

    Satu hari sebelum teks Proklamasi dibacakan, ada peristiwa penting dalam sejarah Indonesia. Kejadian itu dikenal sebagai Peristiwa Rengasdengklok.