Aher Minta Pengawasan Dana Desa Diperketat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aher Minta Pengawasan Dana Desa  Diperketat

    Aher Minta Pengawasan Dana Desa Diperketat

    INFO JABAR - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan  meminta pengawasan dana desa yang setiap tahun bertambah diperketat, terutama  oleh Aparat Pengawas Intern Pemerintah (APIP). "Pengawasan dini harus dilakukan oleh APIP yaitu BPKP dan Inspektorat sebelum oleh pihak eksternal. Supaya dipastikan dana tersebut betul untuk pembangunan," kata Aher usai menjadi inspektur upacara peringatan HUT Ke-34 BPKP Perwakilan Jabar di Kota Cimahi, Selasa , 30 Mei 2017.

    Aher mengatakan, sebelum dilakukan pengawasan oleh pihak eksternal,  dana tersebut harus lebih dulu diawasi oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

    Tahun ini pemerintah pusat  mengucurkan dana desa sebesar total Rp 60 triliun . Rata-rata setiap desa menerima  Rp 800 Juta. Rencananya  tahun depan dana desa  naik  menjadi Rp 120 Triliun.

    Jawa Barat, dengan  5.319 dana desa, tahun ini mendapat dana desa sebesar Rp 4,7 triliun  meningkat 30 persen dari tahun  sebelumnya, Rp 3,5 Triliun. "Dana pembangunan desa  kan cukup besar,  ini butuh pengawasan yang ketat supaya manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, " kata Aher.

    Meningkatnya dana desa tersebut, menurut Aher, patut disyukuri . Namun ada kekhawatiran penggunaannya tidak jelas.

    "Supaya dipastikan dana desa  betul-betul  tepat sasaran , tidak ada penyimpangan. Harus ada pengawasan dini, " kata Aher.

    Kepala BPKP Jabar Deni Suardini menuturkan, semakin besarnya dana desa harus diikuiti dengan kualitas pengelolaan keuangan yang akuntabel. Disitulah peran BPKP sangat dibutuhkan.

    "BPKP selalu membangun sistem  sehingga semua potensi yang dapat menimbulkan permasalahan hukum bisa dideteksi secara dini," katanya.

    Menurut Deni, BPKP Jabar bekerjasama dengan Kemendagri dan KPK telah membuat aplikasi Sistem Keuangan Desa atau Siskudes. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.