Ahmad Rifai Diciduk, Pesantren Serahkan Proses Hukum ke Polisi  

Reporter

Anggota kepolisian menyisir lokasi kejadian pasca terjadi ledakan bom di dalam Halte Transjakarta, di Terminal Kampung melayu, Jakarta, 25 Mei 2017. Peristiwa tersebut menelan 15 korban, terdiri dari 10 orang luka dan lima lainnya meninggal dunia. TEMPO/Rizki Putra

TEMPO.CO, Padang - Pimpinan Perguruan Dinniyah Puteri Padang Panjang, Fauziyah Fauzan, membenarkan kabar bahwa Ahmad Rifa'i, yang ditangkap karena menyebut Kepolisian RI merekayasa bom Kampung Melayu, merupakan karyawan Dinniyah Puteri. Fauziyah mengatakan Ahmad sehari-hari menjadi staf di Training Centre.

"Tapi kami menyerahkan sepenuhnya ini menjadi tanggung jawab pribadi saudara Ahmad Rifa'i. Kami juga menyerahkan sepenuhnya kasus ini ke kepolisian," ujar Fauziyah ketika ditanya kasus yang menjerat Ahmad terkait dengan tulisannya di Facebook soal teror bom Kampung Melayu, Selasa, 30 Mei 2017.

Baca juga: Sebut Polri Rekayasa Bom Kampung Melayu, Ahmad Rifai Minta Maaf

Ahmad ditangkap Direktorat Tindak Pidana Siber Markas Besar Polri karena statusnya di Facebook yang menyebutkan Polri sebagai pelaku rekayasa bom di Kampung Melayu. Ahmad lantas mengirimkan surat permintaan maaf kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian.

Di dalam surat permintaan maaf yang dituliskan di atas meterai Rp 6.000, Ahmad mengaku keliru dan khilaf dalam menulis pernyataan di Facebook yang telah merugikan dan mencemarkan nama bak institusi Polri. Ia mohon maaf dengan setulus-tulusnya. "Surat dengan tujuan Kapolri itu sudah kami ajukan sejak Senin kemarin," ujar kuasa hukum Ahmad Rifa'i, Ihsan Tanjung, kepada Tempo, Selasa, 30 Mei.

Ahmad diduga melanggar Pasal 45 A ayat 2 jo Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf (b) angka (1) Undang-Undang Nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis dan atau Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan atau Pasal 157 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 207 dan 208 KUHP.

Ihsan mengatakan Ahmad Rifai ditangkap anggota Kriminal Khusus Siber Mabes Polri di rumahnya di Jalan Sutah Syahrir, Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang, Minggu, 28 Mei 2017, pukul 16.15 WIB. Rifa'i dibawa ke Unit Cyber Crime Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan dari pukul 13.00 WIB hingga 18.00 WIB. Kemudian Rifa'i ditahan di rumah tahanan Kepolisian Daerah Metro Jaya.

"Sudah tiga hari ditahan. Kami berharap Kapolri bisa mengabulkan suratnya itu dan kami juga mengajukan surat penangguhan penahanan dengan jaminan dari keluarga. Semoga dikabulkan," ujarnya.

Pada Selasa lalu, Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Martinus Sitompul membenarkan penyidik Bareskrim Polri menangkap seorang pengguna Facebook bernama Ahmad Rifa'i karena menyebarkan informasi bohong yang menyatakan peristiwa teror bom Kampung Melayu, Jakarta Timur, adalah rekayasa polisi.

ANDRI EL FARUQI | ANTARA






Acara Exploring Mandeh Himpun 2,1 Ton Sampah di Pantai Purus

37 hari lalu

Acara Exploring Mandeh Himpun 2,1 Ton Sampah di Pantai Purus

Kegiatan di Pantai Purus menjadi bagian dari Aksi Bulan Cinta Laut.


Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

53 hari lalu

Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Padang tak hanya dikenal dengan kenikmatan makanannya, tapi destinasi wisata Kota Padang juga dikenal indah yang memanjakan mata.


Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

53 hari lalu

Hari Ini Kota Padang Ulang Tahun ke 353, Berikut 8 Keunikannya

Rumah Makan Padang yang dapat dijumpai di penjuru daerah di Indonesia malahan tak akan ditemui di kotanya sendiri, Kota Padang.


7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

53 hari lalu

7 Agustus 1669 Kelahiran Kota Padang, Mengingat Lagi Perlawanan Rakyat Minangkabau Lawan Belanda

Awalnya, Kota Padang hanyalah perkampungan nelayan di muara Batang Arau. Setelah Belanda masuk di bawah VOC, kawasan ini pun menjadi pelabuhan ramai.


60 Persen Penduduk Kota Padang di Zona Tsunami, Siapkan Kelurahan Siaga Bencana 2022

26 Juli 2022

60 Persen Penduduk Kota Padang di Zona Tsunami, Siapkan Kelurahan Siaga Bencana 2022

60 persen dari sekitar sejuta penduduk Kota Padang bertempat tinggal di zona merah tsunami. Pemko siapkan edukasi Kelurahan Siaga Bencana 2022.


Kota Padang Gelar Pesantren Ramadan 9 sampai 28 April 2022

30 Maret 2022

Kota Padang Gelar Pesantren Ramadan 9 sampai 28 April 2022

Pesantren Ramadan mulai dilaksanakan 9 sampai 28 April 2022 di Masjid Nurul Iman Padang, untuk pelajar SD dan SMP seluruh Kota Padang.


Kisruh SE Wajib Vaksin Anak di Padang, Puluhan Orang Tua Melapor ke Ombudsman

10 Februari 2022

Kisruh SE Wajib Vaksin Anak di Padang, Puluhan Orang Tua Melapor ke Ombudsman

Puluhan wali murid di Padang melaporkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan ke Ombudsman karena anaknya tak diperbolehkan sekolah karena belum vaksin.


Kawasan Kota Tua di Padang Dipercantik Agar Jadi Destinasi Wisata Baru yang Menjanjikan

23 Januari 2022

Kawasan Kota Tua di Padang Dipercantik Agar Jadi Destinasi Wisata Baru yang Menjanjikan

Dengan banyak kunjungan wisatawan ke Padang, tentu memberikan multi efek bagi kita terutama di sektor perdagangan dan perekonomian masyarakat.


Atasi Persoalan Sampah, Pemko Padang Terima Dukungan dari CCF Norwegia dan UBH

20 Januari 2022

Atasi Persoalan Sampah, Pemko Padang Terima Dukungan dari CCF Norwegia dan UBH

Sampah tidak lagi menjadi beban bagi pemerintah atau masyarakat di negara setempat.


Wali Kota Hendri Septa Inginkan ASN Pemko Padang Lebih Superior

17 Januari 2022

Wali Kota Hendri Septa Inginkan ASN Pemko Padang Lebih Superior

Diharapkan makin profesional dan menghadirkan kinerja dan pelayanan terbaik bagi masyarakat.