Jaksa Agung Belum Akan Tarik Banding Kasus Ahok

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jaksa Agung HM Prasetyo saat sesi wawancara khusus dengan Tempo Media Grup di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 18 November 2015. TEMPO/Subekti

    Jaksa Agung HM Prasetyo saat sesi wawancara khusus dengan Tempo Media Grup di Kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, 18 November 2015. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Jaksa Agung HM Prasetyo mengatakan kejaksaan belum akan menarik kembali permohonan banding atas vonis dua tahun Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus penodaan agama. Namun, ia mengatakan bakal mengevaluasi keputusan banding tersebut.

    "Kita lihat seperti apa nanti, masih dievaluasi, masih ada waktu bagi jaksa untuk mempertimbangkan lagi, sebelum Pengadilan Tinggi menjatuhkan putusan," kata Jaksa Agung Prasetyo di kantornya di Jakarta, Selasa 30 Mei 2017, mengenai kasus banding kejaksaan terhadap Ahok dalam kasus penistaan agama.

    Baca juga:

    Tanpa Tunggu Banding Kejaksaan, Tjahjo Proses Pemberhentian Ahok

    Prasetyo mengatakan upaya banding yang dilakukan Ahok dan kejaksaan berbeda tujuannya. Menurut dia, banding Ahok semula untuk mendapatkan pembebasan dan keringanan hukuman. "Kalau jaksa tentu kepentingannya lain. Ini kepentingan hukum," ujar dia.

    Sebelumnya, polemik banding jaksa atas vonis Ahok sempat dinilai menghambat pemberhentian Ahok oleh Kementerian Dalam Negeri sebagai Gubernur DKI Jakarta. Kementerian menilai masih menunggu keputusan kejaksaan untuk mengurus pengunduran diri Ahok.

    Baca pula:

    Mendagri Tunggu Keputusan Jaksa Agung untuk Berhentikan Ahok

    Prasetyo menilai tidak ada relevansi pencabutan banding oleh Ahok dan pencabutan banding jaksa. "Ahok mengundurkan diri dengan demikian tidak ada hambatan apapun untuk melantik penggantinya," kata Prasetyo.

    Jaksa, menurut Prasetyo, mengajukan banding lantaran ingin membuktikan Ahok bersalah karena terbukti menghina golongan tertentu, bukan pada pasal penodaan agama. "Tujuan hukum bukan hanya keadilan dan kepastian saja, tapi juga kemanfaatan. Kita lihat manfaatnya apa untuk dilanjutkan atau tidak," kata Prasetyo.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.