KPK Periksa 13 Saksi Kasus Korupsi Pembelian Helikopter AW101

Reporter

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengumumkan tiga tersangka tindak pidana korupsi pengadaan pesawat helikopter Agusta Westland (AW) 101, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat sore, 26 Mei 2017. EKO SISWONO TOYUDHO

TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan Polisi Militer (POM) TNI untuk mengusut dugaan korupsi pembelian Helikopter Augusta Westland 101 (AW101). Menurut dia, selain merugikan rakyat ada pihak lain yang dirugikan dalam kasus tersebut.

“Soal pertahaan dan keamanan kalau dikorupsi yang rugi negara dan prajurit,” kata Febri Diansyah di KPK, Selasa, 30 Mei 2017.

Baca juga:
Soal Korupsi Heli AW 101, Cerita Panglima TNI Saat Ditanya Jokowi

Febri menuturkan sejauh ini sudah ada 13 saksi yang telah diperiksa. Dari jumlah itu, 7 saksi adalah dari kalangan sipil sementara 6 lainnya adalah pihak militer. Menurut dia, dalam pemeriksaan saksi, kasus tersebut mirip dengan suap yang terjadi di Badan Keamanan Laut. Ada saksi yang diperiksa di POM TNI dan KPK.

Meksi begitu, pemeriksaan saat ini masih berjalan sesuai kewenangan masing-masing institusi. “POM TNI tangani kalau berlatar belakang militer, KPK hanya ke sipil,” kata Febri.

Baca pula:

Kasus Korupsi Heli AW 101, Gatot Nurmantyo Mengaku Tak Bisa Tidur

Febri menuturkan untuk masalah persidangan nanti, pihaknya belum mengambil kesimpulan apakah akan membentuk pengadilan koneksitas. Pengadilan koneksitas apabila dibentuk harus berkoordinasi dengan Mahkamah Agung (MA). Namun, ia menilai persidangan di Pengadilan Tipikor nanti hanya akan khusus menangani persoalan korupsi di pembelian Helikopter AW101.

Tindak pidana korupsi dalam proyek pengadaan Helikopter AW 101 yang diungkap KPK tersebut diperkirakan merugikan keuangan negara senilai minimal Rp 220 miliar. Adapun nilai anggaran proyek tersebut Rp 738 miliar. KPK menyatakan dalam waktu dekat akan menetapkan tersangka dari pihak swasta yang terlibat korupsi dalam proyek helikopter ini. Penetapan dilakukan setelah melakukan gelar perkara penyidikan.

Silakan baca:

Kasus Heli AW 101, Panglima TNI: Spesifikasi Tak Sesuai, tapi...

Sejauh ini ada tiga tersangka yang sudah ditetapkan. Ketiga tersangka tersebut adalah Marsma TNI FA selaku pejabat pembuat komitmen, Letkol TNI WW pejabat pemegang kas, dan Pembantu Letnan Dua SS yang merupakan staf kas yang bertugas menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu.

DANANG FIRMANTO






Mantan KSAU Tak Hadir di Pemeriksaan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Heli AW-101

26 hari lalu

Mantan KSAU Tak Hadir di Pemeriksaan KPK sebagai Saksi Kasus Korupsi Heli AW-101

Dua perwira tinggi purnawirawan TNI AU tidak hadir pada panggilan pemeriksaan kasus korupsi Heli AW-101 di KPK.


Liku-liku Jenderal Soedirman Diangkat Panglima BKR Pertama 5 Hari Usai Kemerdekaan

44 hari lalu

Liku-liku Jenderal Soedirman Diangkat Panglima BKR Pertama 5 Hari Usai Kemerdekaan

Cikal-bakal TNI berawal dari pembentukan Badan Keamanan Rakyat (BKR) pada 22 Agustus 1945 oleh pendiri bangsa, atau 5 hari usai Proklamasi Kemerdekaan


10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

26 Juli 2022

10 Kasus Nikita Mirzani Membuatnya Harus Berurusan dengan Polisi

Nikita Mirzani ditangkap Satreskrim Polresta Serang Kota Polda Banten di Senayan City, Jakarta Selatan, 21 Juli 2022. Ini kontroversi lainnya.


Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

6 Juni 2022

Bamsoet Dorong Kemandirian Industri Pertahanan Nasional

Peran swasta memproduksi alutsista didukung oleh undang-undang dan RAPBN 2023.


UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

20 Mei 2022

UAS Ditolak Singapura, Wamenag: Jangan Dikaitkan Soal Pesanan Jakarta

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menyatakan prihatin terhadap kasus pencekalan Ustad Abdul Somad atau UAS di Singapura.


Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

16 Mei 2022

Hadir di Partai Pelita, Gatot Nurmantyo Bilang Tidak Berpartai

Gatot Nurmantyo tidak merinci apakah dirinya diajak Din hanya sekedar untuk hadir di rakernas atau diajak menjadi kader partai.


Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

16 Mei 2022

Din Syamsuddin Bilang Partai Pelita Lahir untuk Perbaiki Kerusakan Struktural

Din Syamsuddin menjelaskan Partai Pelita tetap terbuka untuk bekerja sama dengan partai politik manapun.


Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

16 Mei 2022

Kala Gatot Nurmantyo Ikut Tampil di Rakernas Partai Pelita

Gatot Nurmantyo secara dadakan diminta memberi testimoni soal Partai Pelita dalam Rakernas yang dibuka Din Syamsuddin hari ini.


Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

16 Mei 2022

Rakernas Partai Pelita, Din Syamsuddin Sebut Gatot Nurmantyo Jenderal Aktivis

Ketua MPP Partai Pelita Din Syamsuddin mengatakan Gatot Nurmantyo merupakan rekannya di Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia.


Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

28 Maret 2022

Relawan Ini Dukung Andika Perkasa Maju dalam Bursa Capres 2024

Kelompok Beta Sigap Ambon Manise menggelar deklarasi dukungan terhadap Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa sebagai Calon Presiden 2024.