16 WNI di Marawi Belum Dievakuasi, Menlu: Ada Operasi Militer

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota militer Filipina melakukan patroli saat memerangi pasukan militan Maute yang telah menguasai sebagian kota Marawi di Filipina Selatan, 27 Mei 2017. REUTERS

    Anggota militer Filipina melakukan patroli saat memerangi pasukan militan Maute yang telah menguasai sebagian kota Marawi di Filipina Selatan, 27 Mei 2017. REUTERS

    TEMPO.CO, Bogor - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan hingga saat ini perwakilan Indonesia di Filipina belum bisa turun ke Kota Marawi untuk mencari warga negara Indonesia (WNI). "Karena operasi masih terus dilakukan," kata dia di Istana Bogor, Senin, 29 Mei 2017. Kementerian Luar Negeri Indonesia terus melakukan komunikasi dengan otoritas Filipina.

    Menurut Retno, Kemenlu telah menerima permintaan dari WNI yang ada di lokasi konflik Marawi, Filipina Selatan, untuk dievakuasi. Ia menyatakan ada 16 warga Indonesia yang terpecah menjadi dua kelompok dan tersebar di dua lokasi. Salah satu kelompok, berjumlah 10 orang, tengah mengamankan diri di sebuah masjid. "Otoritas setempat tahu mereka ada di situ," ucap Retno.

    Baca :

    Polisi: 11 WNI di Filipina Tak Terkait dengan ISIS

    Polisi Dalami Informasi WNI Meninggal di Marawi

    Pemerintah Filipina memberlakukan darurat militer di pulau Mindanao menyusul baku tembak antara tentara dan kelompok bersenjata terafiliasi ISIS di kota Marawi pada Selasa lalu. Darurat militer itu akan berlangsung selama 60 hari dan status darurat mencakup seluruh wilayah Pulau Mindanao dan kepulauan di sekitarnya.

    Saat ditanya adakah WNI yang menjadi korban dari konflik di Marawi, Retno belum bisa mengonfirmasi. Pihak Filipina sendiri belum memberikan laporan ada tidaknya warga Indonesian yang menjadi korban.

    Lebih lanjut untuk proses evakuasi WNI di Marawi, Kementerian Luar Negeri belum bisa menjelaskannya. Sebab situasi konflik masih berjalan. "Bagaimananya, biasanya tidak hanya terpaku pada satu skenario," ucap Retno.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.