Cerita Warga Kupang Hibah Tanah Bangun Monumen Garuda Pancasila

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO/Machfoed Gembong

    TEMPO.CO, Kupang - Warga keturunan Tionghoa, Theo Widodo menghibahkan lahan seluas 5.000 hektare untuk pembangunan Monumen Garuda Pancasila di Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

    "Hibah tanah itu akan keluarga serahkan besok, 30 Mei 2017 saat digelarnya seminar kebangsaan," kata pemilik lahan, Theo Widodo kepada Tempo, Senin, 29 Mei 2017.

    Hibah tanah ini, menurut dia, sebagai bentuk partisipasi dan kepedulian kepada negara ini. Dia berharap pembangunan Monumen Garuda Pancasila ini bisa menjaga keharmonisan di daerah ini, serta peningkatan ekonomi masyarakat. (Baca: Pemda Nusa Tenggara Timur Akan Membangun Monumen Garuda Pancasila)

    "Monumen Garuda Pancasila ini bisa menjadi salah satu ikon wisata bagi pemerintah dan warga NTT," ujarnya.

    Monumen Garuda Pancasila akan dibangun dengan ketinggian mencapai 30 meter. Di dalamnya terdapat perpustakaan dan ruang kesenian. Sebelum penyerahan hibah tanah tersebut akan digelar seminar nasional oleh Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) NTT yang bertemakan kebangsaan. Seminar ini dilakukan melihat fenomena bangsa Indonesia yang terpecah- pecah akibat isu SARA. (Baca: Maarif Institute: Pancasila Sudah Mencerminkan Islam)

    Seminar nasional ini dijadwalkan akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan Ketua PBNU Said Aqil Siroj yang menjadi pembicara pada seminar nasional tersebut. “Kami sudah kirim undangan ke Presiden Jokowi, namun belum ada konfirmasi kedatangan beliau,” kata Ketua FPK Pius Rengka.

    Ketua PBNU akan membawakan materi tentang pandangan Islam tentang nilai-nilai Pancasila. Selain itu, Ketua GMIT pendeta Mery Kolimon juga akan membawakan materi yang sama dari sudut pandang umat Kristiani. (Baca: Wiranto: Organisasi Bertentangan dengan Pancasila Harus Dibubarkan)

    YOHANES SEO



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.