Megawati Soekarnoputri Bertemu Presiden Korea Selatan Moon Jae-in

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan jarinya telah diberi tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 027 dalam Pilkada Jakarta Putaran kedua, di Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta, 19 April 2017. Mega mengenakan kemeja kotak-kotak yang merupakan ciri khas paslon Ahok-Djarot. TEMPO/Imam Sukamto

    Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menunjukkan jarinya telah diberi tinta seusai menggunakan hak pilihnya di TPS 027 dalam Pilkada Jakarta Putaran kedua, di Kebagusan, Jagakarsa, Jakarta, 19 April 2017. Mega mengenakan kemeja kotak-kotak yang merupakan ciri khas paslon Ahok-Djarot. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Seoul - Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri menemui Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, di "Blue House" atau Rumah Biru Korea Selatan, di Seoul, Senin 29 Mei 2017, dalam sebuah kunjungan kehormatan.

    Politisi senior PDI Perjuangan Herman Heri menyampaikan pertemuan tersebut guna membahas dua isu penting.  "Ibu Mega diundang ke Blue House," ujar Herman di Seoul, Senin 29 Mei 2017.

    Pertama, dalam kunjungan ini Megawati bersama Moon Jae-in akan membahas peluang kerja sama dengan Korea Selatan. "Dalam pertemuan ini, ibu akan menyampaikan beberapa gagasan kerja sama dengan Korea Selatan di bawah pemerintahan Moon," tuturnya. (Baca: Megawati Terima Doktor Honoris Causa dari Korea)

    Herman mengatakan sejak terpilih pada 10 Mei 2017 lalu, Presiden Moon belum pernah bertemu dengan pemerintah Indonesia maupun tokoh nasional. Pertemuan Moon dengan Megawati merupakan pertemuan pertamanya dengan tokoh Indonesia.

    Yang kedua, dan cukup penting, Megawati sebagai Presiden kelima Indonesia dan Ketua Umum PDI Perjuangan ingin memperjuangkan dan mengkampanyekan perdamaian. Megawati sebagai figur yang bisa diterima Korea Selatan dan Korea Utara dapat berperan penting dalam mempercepat reunifikasi atau persatuan dua Korea. (Baca: Komite Persiapan Reunifikasi Korea Harapkan Peran Indonesia)

    Seusai bertemu Moon Jae-in, Megawati beserta rombongan akan bertolak ke Pulau Jeju untuk menghadiri konferensi ke-12 "Jeju Forum for Peace and Prosperity". Forum Jeju akan dihadiri ribuan politisi, akademisi, aktivis serta wartawan dari 70 negara. Peserta forum akan membicarakan upaya peningkatan kerja sama di bidang politik, ekonomi, keamanan, perubahan iklim dan juga isu regional lainnya.

    Forum Jeju akan dihadiri sejumlah tokoh antara lain Mantan Wapres AS Al Gore, mantan Kepala Negara Portugal Anibal Cavaco Silva dan Punsalmaagin Ochirbat dari Mongolia. Pertemuan kali ini akan banyak dihadiri pejabat tinggi Korea karena momentum ini dianggap penting untuk memformulasikan kebijakan keamanan dan luar negeri dua Korea yang sedang bertikai. Presiden Korsel yang baru terpilih 10 Mei yang lalu Moon Jae-in mengutus penasihat khusus presiden bidang unifikasi dua korea Moon Chung-in untuk mengikuti forum tersebut. (Baca: Indonesia-Korea Sepakati Kerja Sama 7 Bidang )

    ANTARA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?