Kabupaten Sukabumi Larang Aksi Sweeping Saat Ramadan, Ini Sebabnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Razia. Tempo/Yosep Arkian

    Ilustrasi Razia. Tempo/Yosep Arkian

    TEMPO.CO, Sukabumi - Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melarang aktivitas sweeping atau penyisiran oleh organisasi masyarakat (ormas) atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) selama Ramadan 2017.

    "Larangan ini untuk mencegah adanya tindakan anarkis dan gangguan keamanan di tengah masyarakat sehingga menodai kesucian Ramadhan," kata Bupati Sukabumi Marwan Hamami, Sabtu, 27 Mei 2017.

    Baca: Ramadan 2017 di Banda Aceh, Ini Aturan Jam Buka Warung dan Salon

    Sesuai Surat Edaran Bupati Sukabumi Nomor 560/1559 tentang Tertib Ramadhan 1438 H dan keputusan bersama bahwa aksi sweeping tersebut hanya boleh dilakukan petugas keamanan, seperti TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja.

    Jika ormas atau LSM menemukan adanya pelanggaran, seperti masih beroperasinya tempat hiburan malam (THM), peredaran minuman keras, prostitusi, warung makan/restoran yang buka siang hari, agar segera melapor dan jangan main hakim sendiri.

    Simak juga: Jemaah Salat Tarawih Ramadan Padati Masjid Raya Baiturrahman

    Semua aktivitas seperti sweeping, patroli, dan penutupan hanya bisa dilakukan oleh instansi yang sudah ditunjuk seperti tiga lembaga tersebut.

    "Kami juga mengimbau kepada seluruh warga selama Ramadan ini agar saling menghormati dan menjaga toleransi antarumat beragama khususnya dengan umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa wajib ini," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru E - Commerce yang Tertuang dalam PP PMSE

    Pemerintah resmi menerbitkan regulasi tentang e-commerce yang tertuang dalam PP PMSE. Apa yang penting dalam aturan baru tersebut?