Pesan Ramadan Jokowi: Tingkatkan Persatuan dan Persaudaraan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berdoa usai menunaikan shalat sunnah tahiyatul masjid di Masjid Niujie, Beijing, 14 Mei 2017. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional One Belt and Road (OBOR). Biro Pers Sekretariat Presiden.

    Presiden Joko Widodo berdoa usai menunaikan shalat sunnah tahiyatul masjid di Masjid Niujie, Beijing, 14 Mei 2017. Kunjungan ini dilakukan di sela-sela Konferensi Kerja Sama Internasional One Belt and Road (OBOR). Biro Pers Sekretariat Presiden.

    TEMPO.CO, Jakarta -Memasuki bulan Ramadan 1438 Hijriah, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa. Tak lupa, ia menyampaikan sejumlah pesan persatuan untuk warga Indonesia.

    "Semoga di bulan yang suci ini kita dapat meningkatkan amal ibadah kita, rasa persaudaraan kita, dan rasa persatuan kita sebagai bangsa Indonesia," ujar Presiden Jokowi dalam video yang dipublikasikan oleh Biro Pers Istana Kepresidenan, Jumat, 26 Mei 2017.

    Baca juga:
    Jokowi dan Kalla Jenguk Korban Teror Bom Kampung Melayu


    Bom Kampung Melayu, Jokowi Desak Pembahasan Revisi UU Anti-Terorisme Diselesaikan


    Pesan yang ia sampaikan senada dengan sejumlah ucapannya akhir-akhir ini. Ia menganggap bangsa Indonesia dan sejumlah unsur pemerintah telah membuang-buang tenaga untuk hal-hal yang tidak perlu pada beberapa bulan terakhir yang malah menimbulkan perpecahan.

    Sebagai contoh, dalam pidatonya perihal Laporan Keuangan Pemerintah Pusat pada Selasa lalu, Jokowi mengatakan warga Indonesia dan unsur pemerintah lebih banyak berdemo, saling ejek, saling serang, dan saling menyalahkan yang kontraproduktif. Padahal, kata Presiden Jokowi, Indonesia lebih butuh warga dan unsur pemerintahnya bersatu untuk menghadapi tantangan global. "Kita itu sudah ketinggalan dari negara-negara tetangga kita," ujarnya tiga hari lalu.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.