Wiranto: Ada Indikasi Marawi Dijadikan Lokasi Konvergensi ISIS

Reporter

Menkopolhukam Wiranto (tengah) bersama Menkumham Yasonna H. Laoly (kiri), Mendagri Tjahjo Kumolo (kedua kanan), dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian (kanan) memberi keterangan pers di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, 8 Mei 2017. ANTARA FOTO

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Wiranto, menyampaikan perkembangan terbaru perihal pergerakan kombatan ISIS (Islamic State of Iraq and Syam) di Marawi, Mindanao, Filipina. Ia berkata, ada indikasi bahwa Marawi dijadikan lokasi konvergensi ISIS.

"Mereka melakukan konvergensi, mengundang para warga negara yang ingin direkrut (baiat) menjadi anggota ISIS (untuk berkumpul di Marawi)," ujar Wiranto saat memberikan keterangan pers di Kantor Kemenkopolhukam, Jumat, 26 Mei 2017.

Baca: Melawan ISIS, Militer Filipina Lancarkan Serangan ke Marawi

Sebagaimana telah diberitakan, situasi di Marawi memanas karena terjadinya baku tembak antara militer Filipina dan kelompok bersenjata terafiliasi ISIS sejak awal pekan ini. Karena situasi di sana memanas, Presiden Filipina Rodrigo Duterte sampai mengaktifkan kondisi darurat militer di Mindanao mulai Rabu lalu, 24 Mei 2017.

Rencananya, status darurat militer itu akan berlangsung selama 60 hari. Tidak hanya mencakup Marawi saja, tapi seluruh wilayah Pulau Mindanao dan kepulauan di sekitarnya.

Wiranto menjelaskan, Marawi dianggap sebagai basis operasi baru yang strategis oleh ISIS sejak mereka mulai dipukul mundur di Suriah. Oleh karena itu, untuk kawasan Asia Tenggara, Mindanao dijadikan pusat penggalangan kekuatan.

Baca: Teror ISIS, Presiden Duterte Tetapkan Darurat Militer di Mindanao

ISIS pun tidak membatasi perekrutannya pada warga negara-negara tertentu. Sebaliknya, menurut Wiranto, ISIS membuka lebar perekrutan di Marawi sehingga warga dari Indonesia, Australia, Rusia, hingga Cina, yang tertarik menjadi anggota ISIS, berkumpul di sana (konvergensi).

"Semuanya diundang untuk bergabung, untuk dilatih bersama, perang bersama, dengan ideologi yang sama. Tatkala basis mereka dihancurkan, mereka (yang di Suriah) melakukan divergensi, menyebar kombatan mereka ke negara asal untuk membangun basis baru," ujar Wiranto.

Untuk mengatasi masalah tersebut, kata Wiranto, sudah ada kesepakatan kerja sama antara Indonesia dan Australia untuk melawan rencana pembangunan basis ISIS baru di Asia Tenggara. "Kami juga ingin mengajak Selandia Baru, Brunei untuk sama-sama fokus menanggulangi teroris yang berbasis di Filipina Selatan," ujarnya.

ISTMAN M.P.






ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

22 jam lalu

ISIS Klaim Serangan Teror ke Kantor Kedutaan Besar Pakistan di Afghanistan

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan teror di kantor Kedutaan Besar Pakistan di Ibu Kota Kabul, Afghanistan pada 3 Desember 2022


ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

3 hari lalu

ISIS Umumkan Pemimpinnya Abu Al-Hasan Tewas di Medan Perang

Kelompok teroris ISIS mengumumkan kematian pemimpinnya yang baru, Abu al-Hasan dalam perang.


Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

6 hari lalu

Pertama Kali sejak 2014, Australia Menurunkan Tingkat Ancaman Teror

Menurut Organisasi Intelijen Keamanan Australia, faktor-faktor yang mendorong tingkat ancaman tak lagi ada atau cuma bertahan di tingkat lebih rendah.


Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

10 hari lalu

Amerika Menuding Serangan Turki ke Suriah Membahayakan Pasukannya

Amerika menyatakan serangan Turki ke milisi Kurdi di Suriah dan Irak mengancam upaya Amerika dan sekutunya untuk mengalahkan ISIS.


Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

12 hari lalu

Boko Haram Membunuh 10 Prajurit Chad di Dekat Perbatasan Nigeria

Milisi Boko Haram membunuh 92 tentara Chad dan melukai 47 lainnya pada Maret 2020.


Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

13 hari lalu

Pembunuh Bloger Amerika Kabur dari Pengadilan Bangladesh

Dua pembunuh bloger Amerika di Bangladesh yang dipidana mati kabur setelah pengendara sepeda motor menyemprotkan bahan kimia ke polisi.


Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

15 hari lalu

Bela ISIS, Wanita Denmark Dihukum 3 Tahun

Seorang wanita Denmark yang dievakuasi dari kamp penahanan Suriah tahun lalu, dijatuhi hukuman tiga tahun penjara oleh pengadilan karena membantu ISIS


Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

16 hari lalu

Turki Menahan 17 Tersangka dalam Kasus Serangan Bom di Istanbul

Pengadilan Turki menahan 17 tersangka bom Istanbul dengan tuduhan antara lain menghancurkan persatuan negara dan membunuh dengan sengaja.


Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

18 hari lalu

Dua Gadis Mesir Tewas Dipenggal, Mayatnya Ditemukan di Selokan Kamp Pengungsi Suriah

Mayat dua gadis yang dipenggal ditemukan di selokan kamp pengungsi Suriah di al-Hol , yang menampung orang-orang yang terkait dengan ISIS.


Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

27 hari lalu

Iran Tangkap 26 Orang Asing dalam Kasus Serangan di Situs Suci Kaum Syiah

Iran menangkap 26 orang berkebangsaan Azerbaijan, Tajikistan, dan Afghanistan. Mereka diduga terlibat dalam serangan ke situs suci kaum Syiah.