Menteri Desa Ungkap Kunci Peningkatan Pendapatan Warga Desa

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jika setiap desa fokus, hal itu akan berdampak positif, khususnya peningkatan pendapatan.

    Jika setiap desa fokus, hal itu akan berdampak positif, khususnya peningkatan pendapatan.

    INFO NASIONAL - Terkait dengan kemajuan desa, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo mengungkapkan satu hal penting. Eko menekankan pentingnya setiap desa untuk berfokus mengembangkan produk unggulan desa. Ia meyakini, jika setiap desa fokus, hal itu akan berdampak positif, khususnya peningkatan pendapatan masyarakat.

    “Dengan berfokus pada produk unggulan, skala produksinya akan semakin besar. Saya yakin sarana pascapanen akan masuk serta gudang akan tersedia. Sehingga, saat panen, para petani tak pusing lagi tentang harga. Pendapatan juga bisa meningkat,” ujarnya setelah menanam bibit bawang putih bersama Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Desa Sembalun Lawang, Lombok Timur, Rabu, 24 Mei 2017.

    Contoh nyata fokus pada satu produk unggulan dirasakan petani di Desa Sembalun Lawang. Mereka berfokus mengembangkan bawang putih sebagai produk unggulan desa, yang berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat. “Tambahan pendapatan meningkat rata-rata minimal 25 persen atau minimal sekitar Rp 30-45 juta. Itu baru dari bawang putih. Dengan luas bisa mencapai 200 hektare, kami mampu memproduksi hingga 17 ton setiap hektar. Masa panennya tercatat setiap 3,5 bulan. Harga juga bagus dan stabil,” ujar Ketua Kelompok Tani Lembah Pusuk Indriati.

    Indriati, yang juga penyuluh pertanian, mengakui kemauan warga berfokus mengembangkan bawang putih bukan tanpa hambatan. “Sempat meredup karena penyakit tanaman dan fluktuasi harga. Para petani pun sempat menanam cabai dan sayuran. Namun semangat untuk mengembangkan bawang muncul kembali karena keyakinan akan ciri khas produk unggulan pertanian Desa Sembalun, yang tak dimiliki daerah lain. Terlebih, tambahan pendapatan yang dirasakan,” ucapnya.

    Varietas unggulan di Desa Sembalun Lawang adalah bawang putih Sangga Sembalun, yang aroma dan pedasnya lebih kuat. Bawang putih Sangga Sembalun, kata Indriati, pernah dikirim ke Bali hingga 37 ton, Bima 8 ton, Kupang 2 ton, dan Kalimantan 1,5 ton. Meski demikian, tahun ini Sembalun ingin berfokus pada pengembangan dan pemenuhan stok daerah Sembalun menuju sentra bawang putih dan memenuhi stok nasional.

    Selain berfokus pada satu produk, Eko juga meminta desa-desa di Nusa Tenggara Barat membuat embung. Hal tersebut akan membantu mendorong produktivitas pertanian dengan meningkatkan masa panen menjadi 3-4 kali panen dalam setahun. Menurut Eko, infrastruktur embung dapat dibangun dengan mengalokasikan dana desa Rp 200-500 juta. Lebih lanjut, Eko mengingatkan, bila desa tidak berfokus pada produk unggulan atau sektor pariwisata dan tidak membuat embung, tahun depan, dana desa tidak akan dinaikkan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.