Polisi Diminta Telusuri Kaitan Bom Kampung Melayu dan Manchester

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Upacara pelepasa jenazah Bripda Imam Gilang Adinata (24) salah satu polisi yang gugur dalam teror bom Terminal Kampung Melayu di rumah duka Tebet, Jakarta, 25 Mei 2017. TEMPO/Subekti.

    Upacara pelepasa jenazah Bripda Imam Gilang Adinata (24) salah satu polisi yang gugur dalam teror bom Terminal Kampung Melayu di rumah duka Tebet, Jakarta, 25 Mei 2017. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Jakarta -  Anggota Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat, Nasir Djamil, menduga ada keterkaitan antara teror bom di Kampung Melayu, bom di Manchester, dan serangan teroris di kota Marawi, Mindanao, Filipina. Politikus Partai Keadilan Sejahtera ini berharap Detasemen Khusus 88 Antiteror Mabes Polri dapat menemukan dugaan keterkaitan dari tiga peristiwa tersebut.

    "Sehingga dapat terdeteksi jaringan pelaku teroris ini terhubung dengan ISIS," kata Nasir dalam keterangan tertulis, Kamis, 25 Mei 2017. (Baca: Masyarakat Gelar Aksi Mengutuk Teror Bom Kampung Melayu)

    Sebelumnya, bom meledak di Manchester Arena pada Senin, 22 Mei 2017, seusai konser penyanyi Ariana Grande. Keesokan harinya militan ISIS terlibat aksi baku tembak dengan petugas ke amanan di Marawi, Mindanao, Filipina. Akibat hal ini, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memberlakukan darurat militer.

    Anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme ini menganggap bom di Kampung Melayu merupakan ancaman nyata terhadap umat Islam jelang Ramadan dan umat Kristiani yang akan merayakan kenaikan Isa Al Masih. "Mengutuk keras tindakan pelaku bom yang diduga sementara bom bunuh diri," ujarnya. (Baca: Bom Kampung Melayu, Said Aqil: Jangan Ikut-ikutan Sebar Isu)

    Untuk mengantisipasi hal ini berulang, ia meminta agar tempat-tempat publik dipasang kamera pengawas atau CCTV. "Sudah mendesak dipasang CCTV tersembunyi di tempat yang rawan terjadi kejahatan di Ibu Kota terutama lokasi publik, agar pelaku kejahatan mudah diidentifikasi dan bisa cepat ditangkap," tutur Nasir.

    Selain itu, ia berharap korban akibat bom di Kampung Melayu ini segera ditangani oleh rumah sakit dan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK). "Segera tangani korban ledakan bom tanpa banyak pertimbangan birokratis demi kemanusiaan," tuturnya. (Baca: Bom Kampung Melayu, LPSK Tawarkan Kerja Sama Pemulihan Korban)

    Insiden bom terjadi pada Rabu malam 24 Mei 2017. Bom meledak dua kali di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Dalam insiden tersebut, tiga personel kepolisian yang tengah berjaga untuk mengamankan aksi pawai warga meninggal. Selain itu, sepuluh orang yang terdiri dari lima anggota Polri dan lima warga sipil luka-luka. (Baca: Bom Kampung Melayu, Jokowi: Kejar Pelaku Hingga ke Akarnya)

    AHMAD FAIZ | YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.