Oesman Sapta: Kita Jangan Mau Diadu-domba

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

    Bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghormati dan menghargai antar umat beragama.

    INFO NASIONAL - Wakil Ketua MPR Oesman Sapta mengungkapkan bahwa bangsa Indonesia sedang mengalami cobaan dan diadu-domba oleh intervensi asing. Karena itu rasa memiliki bangsa ini harus kita pertahankan.

    "Kerukunan umat beragama di Indonesia sedang diintervensi dan diadu-domba," kata Oesman Sapta yang akrab disapa Oso dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR sekaligus meresmikan Yayasan Amal Rakyat Banten Bersatu (Ya Rabb) dan Pondok Pesantren Sulaimaniyah di Serang Provinsi Banten, Kamis 25 Mei 2017. Sosialisasi ini dihadiri anggota DPD H. Ahmad Subadri, dan narasumber sosialisasi Bachtiar Aly (Fraksi Partai Nasdem) dan  Zulkiflimansyah (Fraksi PKS MPR RI).

    Dalam sosialisasi Oesman Sapta mengatakan bahwa Empat Pilar sudah final. "Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, sudah tidak dipersoalkan lagi. NKRI adalah harga mati. Dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara," katanya.

    Oesman menitipkan pesan bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang saling menghormati dan menghargai antar umat beragama. Oesman Sapta mengacu pada teladan Nabi Muhammad ketika hijrah dari Mekkah ke Madinah. Di Madinah, Nabi Muhammad mengajak umat agama lain untuk membangun masyarakat madani.

    Oesman mengungkapkan bahwa sekarang ini bangsa Indonesia sedang diadu domba dan mengalami cobaan. "Kerukunan umat beragama di Indonesia diintervensi asing, diadu-domba," katanya. Salah satu bentuk intervensi itu terlihat dari maraknya narkoba.

    Karena itu Oso menegaskan rasa memiliki bangsa ini harus dipertahankan. Jangan karena hal kecil membuat masyarakat seperti kerasukan dan kesetanan. "Umat Islam tidak mudah dirasuki (setan)," tegasnya.

    Mengakhiri sosialisasi Oso didaulat menandatangani peresmian Pondok Pesantren Sulaimaniyah. Pondok pesantren ini akan menghasilkan para hafiz (penghapal al Qur'an). Pondok pesantren ini bekerjasama dengan pesantren Sulaimaniyah Turki.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.