PKS Mengutuk Teror Bom Kampung Melayu, Menodai Kesucian Ramadan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini bersiap memimpin Rapat Pleno Fraksi PKS di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini bersiap memimpin Rapat Pleno Fraksi PKS di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, 11 April 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jazuli Juwaini mengutuk aksi teror bom bunuh diri yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta Timur. "Kita semua mengutuk aksi teror ini, Indonesia berduka," ujar Jazuli secara tertulis pada Kamis, 25 Mei 2017.

    Teror di Halte Busway Kampung Melayu itu menewaskan tiga personel polisi dan dua orang diduga sebagai pelaku bom bunuh diri. Selain itu, dilaporkan ada 10 orang lain yang mengalami luka-luka dan masih dirawar di rumah sakit.

    Baca juga:

    Pelaku Bom Kampung Melayu dan Bom Cicendo Bandung Saling Kenal

    Bagi Jazuli, teror ini adalah duka yang mendalam baginya. Apalagi tiga personel polisi gugur karena terkena serpihan bom panci. "Kita serahkan kepada kepolisian agar mengusut tuntas pelaku dan aktor-aktornya."

    Kata dia, aksi teror tersebut dilakukan beberapa hari sebelum puasa. Bagi dia, ini jelas menodai kesucian dan ketenangan Ramadan tahun ini. Apalagi teror dilakukan tepat saat warga Jakarta menggelar pawai menyambut bulan Ramadan.

    Baca pula:

    Bom Kampung Melayu, Pakar UI: Targetnya Memecah Belah Bangsa

    "Indonesia tidak boleh dan tidak pernah kalah melawan terorisme," ucap dia. Dia mengajak masyarakat tetap waspada karena target teror kali ini adalah tempat-tempat keramaian, khususnya polisi.

    Dia berharap agar intelijen negara meningkatkan pengawasan dan mendeteksi aksk teroris. Jazuli ingin agar sistem deteksi terorisme makin diperketat. Pihaknya juga menyerahkan kasus ini ke kepolisian.

    Silakan baca:

    Bom Kampung Melayu, Jokowi: Kejar Pelaku Hingga ke Akarnya

    Sebelumnya, Pengamat Timur Tengah dan Islam dari Universitas Indonesia (UI), Yon Machmudi, mengatakan sikap umat Islam harus satu dalam menghadapi terorisme di Indonesia, yakni mengecam dan tidak memberikan ruang sekecil apa pun terhadap justifikasi tindakan teror. Menurut dia, target terorisme adalah memecah belah bangsa Indonesia.

    Bom Kampung Melayu atau bom bunuh diri ini menewaskan tiga personel polisi dan dua orang diduga pelaku. Selain itu juga ada sejumlah orang mengalami luka-luka. Aksi teror itu dilakukan saat ada pawai menyambut Ramadhan di Jakarta.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.