Bom Kampung Melayu, Jokowi: Kejar Pelaku Hingga ke Akarnya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Solo - Presiden Joko Widodo menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang pasca-teror bom yang terjadi di Kampung Melayu, Jakarta. Dia mengaku sudah memerintahkan kepolisian untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

    "Saya menyerukan agar semua anak bangsa di seluruh pelosok tanah air untuk tetap tenang," kata Jokowi di Solo, Kamis 25 Mei 2017. (Baca: Mendagri:Indonesia Tak Boleh Kalah dari Radikalisme dan Terorisme)

    Presiden Jokowi juga meminta masyarakat tetap menjaga persatuan, ketenangan dan kesejukan. Apalagi, teror itu terjadi beberapa hari sebelum Ramadan. "Hari-hari ini, kita umat muslim sedang menyiapkan diri masuk menjalankan ibadah puasa," kata Jokowi.

    Dia mengaku telah memerintahkan kepada Kepala Kepolisian RI Jenderal Tito Karnavian untuk mengusut tuntas jaringan pelaku teror. "Kejar hingga ke akar-akarnya," katanya. Jokowi menyebut aksi teror itu sudah keterlaluan. Sebab, peristiwa tersebut mengakibatkan masyarakat menjadi korban, baik korban jiwa maupun luka. "Korban ada yang tukang ojek, sopir angkot, pedagang kelontong serta polisi," katanya. (Baca: Ini Bahayanya Menyebarkan Foto Korban Bom Kampung Melayu)

    “Saya menyampaikan duka cita yang mendalam kepada korban dan keluarganya,” katanya. Menurut Jokowi, rasa duka itu ditujukan kepada semua korban baik yang meninggal maupun yang mengalami luka. “Terutama kepada aparat kepolisian yang gugur dalam menjalankan tugas” katanya.

    Ledakan bom terjadi di sisi timur halte Transjakarta Kampung Melayu pada Rabu, 24 Mei 2017, sekitar pukul 21.00. Ledakan terjadi dua kali, yakni satu di dekat toilet dan satu lagi di depan pintu jalur TransJakarta. (Baca: Bantah Hoax, Polisi: Pelaku Bom Kampung Melayu Bukan Warga Sukabumi)

    AHMAD RAFIQ



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.