Bagi Sertifikat Tanah, Jokowi: Boleh 'Disekolahkan', tapi...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara kepada wartawan sebelum memasuki pesawat kepresidenan di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, 20 Mei 2017. Presiden Jokowi akan berkunjung ke Riyadh. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Malang - Presiden Joko Widodo atau Jokowi berpesan kepada sekitar 10 ribu penerima sertifikat tanah di Malang, Jawa Timur.  "Saya titip agar sertifikat difotokopi, sedangkan yang asli diberi plastik agar kalau genting bocor tidak rusak, dan bila sudah ada fotokopinya kalau hilang mudah diurus ke BPN (Badan Pertanahan Nasional)," kata Jokowi di lapangan Rampal, Malang, Rabu, 24 Mei 2017.

    Baca: Jokowi Bagikan 10.055 Sertifikat Tanah untuk Warga Jawa Tengah

    Pada acara itu, Presiden Jokowi  membagikan 10.038 sertifikat kepada warga dari berbagai kabupaten dan kota Jawa Timur. Jokowi mentargetkan jumlah penerima sertifikat sudah mencapai 500 ribu lembar pada akhir 2017.

    "Kalau ingin sertifikatnya dipakai sebagai agunan ke bank, silakan tapi saya titip agar hati-hati. Tolong dihitung dan dikalkulasi dulu apakah bisa mengangsur setiap bulannya? Kalau tidak bisa jangan memaksakan diri karena bisa-bisa sertifikat ini diambil bank," kata Jokowi.

    Baca: Terancam Dicopot Jokowi, Menteri Agraria Kebut Sertifikasi Tanah

    Pesan berikutnya, Jokowi minta sertifikat yang diagunkan ke bank uangnya dipakai membeli barang konsumtif. "Misalnya, mendapat pinjaman Rp 200 juta, jangan sampai Rp100 juta untuk membeli mobil. Kalau dapat pinjaman Rp 20 juta, tapi Rp10 juta untuk membeli motor. Hati-hati dengan pijaman bank, karena harus membayar pokok dan bunga cicilan, mengerti semuanya?" kata Jokowi menjelaskan.

    Sebaiknya, menurut Jokowi, uang pinjaman dari bank untuk modal usaha.
    "Silakan dipakai untuk tambahan modal usaha, jangan untuk membeli mobil atau motor karena bisa-bisa tidak bisa mencicil. Saya titip itu saja karena kadang-kadang karena terlalu bersemangat mendapat sertifikat baru langsung besok sertifikatnya "disekolahkan" ke bank."

    Mendapat pinjaman uang dari bank, kata Jokowi, sangat bagus bila untuk modal usaha. Dengan cara seperti itu, roda perekonomian berputar. "Tapi kalau tidak bisa mengatur, jangan dipaksakan," kata Jokowi.

    Baca: Jokowi Minta Dana Kartu Indonesia Pintas Tidak Dipakai Beli Pulsa

    Intinya, Jokowi berharap sertifikat tanah itu menjadi bukti kepemilikan legal tanah milik warga. "Sekali lagi sertifikat tanda bukti hak. Ini hak hukum, kalau sudah pegang ini sudah enak sekali. Ada yang mengaku-ngaku tanah tidak bisa karena ada namanya di sini, meter perseginya sudah ada. Kalau harus ke pengadilan pasti menang karena ini hak hukum tanda bukti hak atas tanah," ungkap Jokowi.

    Jokowi berharap seluruh masyarakat Jawa Timur menjaga persatuan. Jokowi bersyukur kondisi di Jawa Timur relatif aman dan tenteram. Ini karena masyarakat menyadari semuanya bersatu sebagai satu bangsa, satu negara, dan sebangsa dan se Tanah Air.

    "Ini pesan saya yang ketiga, negara kita adalah negara besar yang punya 17 ribu pulau, 615 kabupaten dan kota, 34 provinsi, 714 suku, dan 1.100 bahasa lokal. Itu sudah menjadi takdir Allah, hukum Allah, kehendak Tuhan bahwa kita beraneka ragam, yang penting kita harus bersatu, kita harus rukun tidak boleh ada gesekan sekecil apapun," kata Jokowi.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Instagram Uji Coba Menghilangan Fitur Likes agar Fokus ke Konten

    Instagram tengah lakukan uji coba penghapusan fitur likes di beberapa negara pada Juli 2019. Reaksi pengguna terbelah, sebagian merasa dirugikan.