Petisi Tolak Pembubaran Ormas Islam Warnai Pawai di Sulteng

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ribuan umat muslim di Palu, Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu Tadulako Berzikir Save NKRI Bersatu, 24 Mei 2017, menggelar pawai obor jelang bulan suci Ramadan 1438 Hijriah. Foto: Amar Burase

    Ribuan umat muslim di Palu, Sulawesi Tengah yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu Tadulako Berzikir Save NKRI Bersatu, 24 Mei 2017, menggelar pawai obor jelang bulan suci Ramadan 1438 Hijriah. Foto: Amar Burase

    TEMPO.CO, Palu - Jelang bulan suci ramadan 1438 Hijriah, ribuan umat muslim di Palu, Sulawesi Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu Tadulako Berzikir Save NKRI Bersatu, menggelar pawai obor dengan berjalan kaki dan berkendara roda dua.

    Pawai obor dengan mengambil lokasi star di masjid Raya Baiturahim Lolu, Jalan Masjid Raya, Kelurahan Lolu, melintasi jalan pusat kota Palu, Rabu malam 24 Mei 2017. Pawai ini melibatkan anak-anak hingga orang dewasa. Acara menempuh garis finis di Masjid Agung Darussalam, Palu Barat.

    Sejumlah peserta membawa spanduk bertuliskan “Tolak Kriminalisasi Ulama dan Tolak Pembubaran Ormas Islam”. Mereka juga meneriakkan takbir selama pawai obor berlangsung.

    Selama pawai obor berlangsung, sejumlah anggota polisi disiagakan untuk mengamankan jalannya kegiatan. Meskipun arus lalu lintas kendaraan sempat terganggu sejenak, namun petugas lalu lintas bisa mengatasinya.

    Ketua FPI Sulawesi Tengah Habib Hasan Alhabsy mengatakan Ramadan adalah momen yang mempersatukan ummat Islam. "Ummat Islam harus kembali bersatu dibulan Ramadan membela Islam dan para ulama" kata Hasan. Dia menegaskan bukan hanya NKRI harga mati tetapi juga amar ma'ruf.   


    AMAR BURASE


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.