Jumat, 14 Desember 2018

BNPT: Publik Tidak Sebarluaskan Korban Ledakan Kampung Melayu

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Polisi memberi garis polisi disekitar lokasi potongan tubuh korban ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, 24 Mei 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    Polisi memberi garis polisi disekitar lokasi potongan tubuh korban ledakan di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, 24 Mei 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme meminta masyarakat menghentikan penyebarluasan gambar atau video korban ledakan di terminal TransJakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu malam, 24 Mei 2017. Ini karena berpotensi menimbulkan rasa takut di tengah masyarakat.

    Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Andi Intang Dulung, mengatakan masyarakat harus memahami bahwa penyebarluasan konten mengerikan sebagai akibat dari sebuah peristiwa terorisme justru merupakan teror yang sebenarnya.

    Baca: Polisi Olah TKP Ledakan di Terminal Kampung Melayu

    "Masyarakat jangan terpancing. Kejadian di Kampung Melayu mungkin hanya memakan tujuh korban luka dan jiwa, tapi ketika gambar atau video potongan tubuh korban disebarluaskan, jutaan orang akan menjadi korban baru," kata Andi Intang dikutip dalam siaran pers.

    Andi mencontohkan peristiwa terorisme yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta, Januari 2016. Saat itu kejadian terlokalisasi hanya di satu titik, namun konten kengerian yang tersebar luas, salah satunya melalui media sosial, menjadikan Jakarta dan sekitarnya lumpuh.

    Baca: Ledakan di Kampung Melayu Diduga Bom Bunuh Diri

    "Kengerian yang timbul sebagai dampak peristiwa di Thamrin jangan terulang," kata Andi.

    Andi juga meminta media massa berlaku sama dalam memberitakan peristiwa ledakan di Kampung Melayu. Gambar atau video berbau kengerian diminta tidak ditampilkan.

    "Jika memang tidak bisa tidak ditampilkan, mohon dikaburkan. Jangan secara gamblang ditayangkan dan menebar teror baru ke masyarakat," ujar Andi Intang.

    Baca: Ledakan di Terminal Kampung Melayu, Polisi Analisis Motif Pelaku

    Andi Intang mengingatkan perkembangan dunia terorisme menunjukkan kelompok pelaku sudah memanfaatkan media massa, termasuk pers, untuk ikut menyebarluaskan dampak peristiwa teror untuk melipatgandakan kengerian yang timbul.

    "Masyarakat yang mengetahui media massa yang menebarkan kengerian, silakan lapor ke Dewan Pers atau KPI (Komisi Penyiaran Indonesia, Red)," kata Andi.

    Baca: Ledakan di Kampung Melayu, GM Imbau Masyarakat Tak Sebar Foto

    Secara terpisah, Ketua Umum Pagar Nusa NU, Nabil Haroen, berharap ledakan di Kampung Melayu tidak menambah keruh situasi sosial politik di Indonesia.

    "Peristiwa ledakan ini jelas memberi pesan tertentu terkait situasi Tanah Air. Semoga apa yang terjadi tidak merembet menjadi lebih keruh," kata dia.

    Berkoordinasi dengan kepolisian, Pagar Nusa menerjunkan pendekar-pendekar terbaiknya untuk bersiaga di sekitar lokasi ledakan.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Sayap OPM Kelompok Egianus Kogoya Meneror Pekerjaan Trans Papua

    Salah satu sayap OPM yang dipimpin oleh Egianus Kogoya menyerang proyek Trans Papua yang menjadi program unggulan Jokowi.