Wali Kota dan Kapolres Kupang Berbeda Soal Tempat Hiburan Malam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Razia tempat Hiburan Malam. TEMPO/DWI NARWOKO

    Razia tempat Hiburan Malam. TEMPO/DWI NARWOKO

    TEMPO.CO, Kupang - Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, membatasi waktu operasional semua tempat hiburan malam  selama Ramadan. Tempat karaoke, diskotik, dan bar semula beroperasi mulai pukul 09.00 sampai 02.00 dimajukan dari pukul 20.00 sampai 24.00. "Dibatasi jam beroperasinya, bukan menutup tempat usahanya," kata Wali Kota Kupang, Jonas Salean, Rabu, 23 Mei 2017.

    Menurut Jonas, cara ini dimaksudkan untuk menghargai umat Islam yang tengah menjalankan ibadah puasa. "Kami masih berkoordinasi dengan pihak keamanan guna menertibkan jam operasionalnya," kata Jonas, yang menambahkan akan melibatkan Polres Kupang Kota untuk mengawasi tempat-tempat hiburan malam selama Ramadan.

    Baca: 6 Jenis Hiburan Malam di Jakarta Harus Tutup Selama Ramadan

    Namun Polres Kupang Kota meminta pemerintah daerah menutup semua tempat hiburan malam. "Kalau saya berharap ditutup saja semua tempat hiburan malam selama Ramadan, biar lebih aman," kata Kapolres Kupang Kota Ajun Komisaris Besar Anthon C.N. kepada Antara di Kupang, Rabu, 24 Mei 2017.

    Anthon menjelaskan, kalau tempat hiburan malam tetap buka meskipun dibatasi waktu aktivitasnya tetap akan bisa bergejolak. Kendati demikian, Anthon menyerahkan keputusan itu kepada yang punya otoritas yaitu Pemerintah Kota Kupang. "Polisi pada prinsipnya siap melaksanakan tugas dan fungsinya untuk mengamankan dan menegakan aturan."

    Baca juga: Ramadan, Tempat Karaoke Boleh Buka Pukul 08.30-01.30 WIB

    Sedangkan alasan Wali Kota Jonas Salean memberi kesempatan pengelola tempat hiburan malam beroperasi, karena pertimbangan kemanusiaan. Mereka mencari nafkah di bulan puasa Ramadan. "Mereka (para pemilik hiburan malam) juga mencari penghidupan, jadi sayang jika ditutup selama Ramadan," kata Jonas. "Kami akan serius bicara hal ini."

    Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Kupang Alan Yoga Girsang mengatakan, siap memproses edaran pembatasan tempat hiburan malam termasuk lokalisasi selama  Ramadan untuk menghormati umat Islam yang berpuasa.

    Edaran pembatasan tempat hiburan malam mengacu kepada Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum, Perda Lokalisasi dan Perda tentang Pemondokan itu sudah saban tahun ada dan harus dilakukan di daerah ini, sebagai bentuk penghormatan dan pengembangan nilai toleransi antarwarga.

    Baca: Selama Ramadan, Omzet Tempat Hiburan Turun

    Sebagai ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang, didiami oleh warga dari berbagai suku, agama, etnis dan berbagai golongan. Oleh karena itu, wajib bagi pemerintah untuk mengayomi mereka semua. kegiatan keagamaanya sebagai implementasi dari nilai kebersamaan dan sikap toleransi.

    Rencananya, selama Ramadan tempat hiburan malam buka pukul 20.00 sampai 24.00 Wita. "Jadi pada siang hari semua tempat hiburan malam ditutup," kata Alan Yoga.  Pada hari biasa, tempat hiburan beroperasi mulai pukul 09.00 hingga pukul 02.00 Wita.

    ANTARA | YOHANES SEO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.