Preesiden Baru, Korea Selatan -- Indonesia Lanjutkan Kerja Sama

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi membacakan surat Kartini pada acara

    Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi membacakan surat Kartini pada acara "Panggung Para Perempuan Kartini" di Museum Bank Indonesia, Kota, Jakarta, 11 April 2017. Kegiatan istimewa ini digelar TEMPO dalam memperingati Hari Kartini. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Bogor-- Pergantian kepemimpinan di pucuk pemerintahan Korea Selatan tidak mengganggu kerja sama yang sedang berjalan dengan Indonesia. Sikap itu ditunjukkan setelah Presiden Korea Selatan yang baru terpilih, Moon Jae In, mengirim utusan khusus untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor.

    Baca: Korea Selatan Incar Proyek LRT DKI Jakarta

    Presiden Moon Jae In mengirim Wali Kota Seoul, Park Won Soon, untuk menemui Presiden Jokowi. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan kedua belah pihak berbicara tentang kerja sama bilateral dalam pertemuan yang berlangsung sekitar 30 menit.

    "Pesannya adalah komitmen Pemerintah Korsel yang baru untuk terus meningkatkan hubungan dengan Indonesia," kata Retno di Bogor, Selasa, 23 Mei 2017.

    Baca: Karena Gaji, Korea Selatan jadi Tujuan Favorit Calon TKI

    Dalam waktu dekat, kedua pemimpin negara dijadwalkan akan menggelar pertemuan. Menteri Retno menyatakan Presiden Jokowi dan Presiden Moon Jae In akan memanfaatkan Konferensi Tingkat Tinggi G-20 di Hamburg, Jerman, sebagai kesempatan untuk pertemuan perdana. "Rencananya Juli nanti," ucap dia.

    Seperti diberitakan, Presiden Korea Selatan sebelumnya, Park Geun-hye, telah diturunkan dari jabatannya. Majelis hakim Mahkamah Konstitusi Korea Selatan secara bulat menguatkan keputusan parlemen untuk memakzulkan Park. Geun-hye lengser karena terlibat dalam skandal korupsi dan kolusi, yang melibatkan teman dekatnya Choi Soon-sil.

    ADITYA BUDIMAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.