Rombongan Raja Swedia ke Bandung Naik Kereta Api Wisata

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kenegaraan dari Raja Swedia Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Istana Kepresidenan, Bogor, 21 Mei 2017. Kunjungan kenegaraan yang pertama kali ini akan membicarakan sejumlah kerjasama antara lain lingkungan hidup, kehutanan dan terumbu karang. TEMPO/Subekti.

    Presiden Joko Widodo saat menerima kunjungan kenegaraan dari Raja Swedia Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia di Istana Kepresidenan, Bogor, 21 Mei 2017. Kunjungan kenegaraan yang pertama kali ini akan membicarakan sejumlah kerjasama antara lain lingkungan hidup, kehutanan dan terumbu karang. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO, Bandung - Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia, Daerah Operasi II Bandung, Joni Martinus mengatakan, lawatan pasangan kerajaan Swedia, Raja Carl XVI Gustaf dan Ratu Silvia ke Bandung pada Rabu, 24 Mei 2017 akan menggunakan kereta api. “Rombongan akan menggunakan Kereta Wisata Bali yang digandengkan dengan kereta reguler KA Parahyangan,” kata dia saat dihubungi Tempo, Selasa, 23 Mei 2017.

    Joni mengatakan, Kereta Wisata Bali itu dirangkaikan dengan KA Parahyangan Nomor Kereta 22 dengan jadwal keberangkatan dari Stasiun Gambir pukul 08.45 WIB dan tiba di Stasiun Bandung pukul 12.01 WIB. “Kereta wisata itu memang spesial. Kami desain seperti berada di hotel berbintang,” kata dia.

    Baca: Mengunjungi Royal Palace, Istana Kerajaan Swedia 

    Menurut Joni, ada sejumlah kereta wisata milik PT Kereta Api Indonesia diantaranya Kereta Wisata Bali, Toraja, dan Nusantara. Kereta Wisata Bali yang dipergunakan rombongan Raja Swedia itu dihiasi dengan ornamen khas Bali. Kapasitas angkut kereta itu  20 penumpang, memiliki sofa, mini bar, ruang rapat, hingga kamar istirahat. “Kereta ini dulu sempat dipergunakan oleh Presiden SBY, lalu baru-baru ini Menteri BUMN pernah memakainya,” kata dia.

    Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dijadwalkan menjemput rombongan Raja Swedia itu di Stasiun Bandung.

    Menurut Joni, PT Kereta Api Indonesia sudah membenahi Stasiun Bandung bagian Selatan yang akan ditutup untuk umum sejak pukul 11.30 WIB. Kegiatan penyambutan rombongan Raja Swedia itu akan terpusat di pintu selatan. “Kami sudah siapkan ruang VIP kalau rombongah hendak beristirahat sejenak,” kata dia.

    Joni mengatakan, kendati rombongan Raja Swedia menggunakan kereta, PT KAI menjamin tidak ada perubahan jadwal perjalanan kereta api. “Kalau jadwal tidak ada pergeseran semuanya, tetap seperti biasa,” kata dia.

    Kendati demikian, PT Kereta Api memindahkan aktivitas naik turun penumpang kereta untuk perjalanan kereta yang berdekatan dengan jadwal tibanya rombongan Raja Swedia tersebut ke Stasiun Bandung di bagian utara. “Ada tiga jadwal keberangkatan KA Lokal Bandung Raya yang akan dipindahkan layanannya ke stasiun Bandung sebelah utara,” kata dia.

    Simak: Melongok Museum para Jenius

    Tiga jadwal kereta lokal itu adalah KA 381 Bandung-Padalarang berangkat pukul 11.42 WIB, KA 362 Bandung-Cicalengka pukul 11.45 WIB, dan KA 395 Bandung-Padalarang pukul 12.20 WIB. Joni mengatakan, pemindahan aktivitas itu termasuk lokasi pembelian tiket penumpang. “Kami memasang pos penjagaan sejak di arah Pasar Baru, ketika ada calon penumpang yang akan masuk ke Hall Selatan, ada petugas yang akan memeberikan informasi untuk pembelian tiket KA 381, 362, dan 395 itu harus menuju Stasiun Utara,” kata Joni.

    Rombongan Raja Swedia itu akan mengunjungi sejumlah tempat di Bandung. Diantaranya Alun-Alun Kota Bandung, Gedung Merdeka, serta kampus ITB sebelum kembali ke Jakarta.

    AHMAD FIKRI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.